Tiga Kios di Kelapadua Ludes Terbakar

KELAPADUA – Tiga kios di Kampung Dadap, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapadua, Kabupaten Tangerang ludes terbakar, Selasa (15/9). Diduga api berasal dari ledakan kompor gas salah satu kios yang lupa dimatikan.

Kabar kebakaran itu diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang sekira pukul 14.45 WIB. Kobaran api sudah menjalar hampir seluruh bangunan semi permanen itu.   

Kios milik Irawan itu disewa untuk service barang elektronik, warung makan, dan juga tempat tinggal. Nah, api diduga berasal dari ledakan kompor gas milik warung makan. Api dengan cepat membesar lantaran keberadaan material yang mudah terbakar. “Di sana kios yang ada kebanyakan semi permanen yang terbuat dari kayu dan seng ataupun asbes. Hal ini yang membuat kita harus ekstra agar api tidak merambat ke bangunan lain. Sementara ini kerugian yang diderita diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Tangerang Kosrudin kepada Tangerang Ekspres (Radarbantengroup), Selasa (15/8).

Tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dan 14 personel BPBD dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Kobaran api dapat dikendalikan sekira pukul 15. 25 WIB. “Api dapat dikendalikan sekira 40 menit setelahnya (laporan warga-red). Informasi yang sampai kepada kami adanya bunyi ledakan yang berasal dari kompor yang lupa dimatikan. Namun, pastinya masih ditangani polisi,” ungkap Kosrudin.

Kosrudin mengatakan, insiden kebakaran itu tidak menimbulkan korban luka atau meninggal dunia. “Kita juga mengimbau masyarakat agar selalu hati-hati apabila memasak. Juga apabila sudah selesai memasak pastikan kompor mati serta selang gas tidak terhubung,” imbau Kosrudin.

Sementara Irawan mengaku sempat mendengar bunyi ledakan dari salah satu kios. Saat diperiksa, api sudah membesar. Dia bersama warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam kios.

“Kita tidak mencium bau gosong awalnya. Lalu tiba-tiba bunyi ledakan. Kita coba padamkan api dengan air, namun sudah kepalang besar. Barang-barang juga tidak banyak yang bisa diselamatkan baik dari rumah makan maupun kios yang lain,” pungkasnya. (rbnn/nda)