Tiga Napi Kendalikan Penyelundupan Ganja

0
829 views
Kepala BNNP Banten Brigjen Pol Tatan Sulistyana didampingi anggota Komisi III DPR RI Dapil Banten Adde Rosi Khoerunnisa (tengah) dan Rano Alfath (dua kiri) saat mengangakat barang bukti ganja sebanyak 100 kg, di Kantor BNNP Banten, Kamis (12/3).

SERANG – Tiga orang warga binaan salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Barat disangka mengendalikan peredaran ganja. Sebanyak 100 kilogram ganja diamankan dari kantor jasa pengiriman daerah Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Ketiga narapidana itu adalah AZ (37), AN (32) dan TI (36). Ketiganya ditetapkan tersangka oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten. “Sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya merupakan warga binaan di Lapas di Jawa Barat,” kata Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Tantan Sulistyana saat ekspos pemusnahan 100 kg ganja kantor BNN Provinsi Banten, Kamis (12/3).

Upaya penyelundupan itu diungkap oleh petugas BNNP Banten pada 28 Januari 2020. Dua orang kurir berinisial SY (32) dan FB (32) diamankan. Kedua warga Karawang, Jawa Barat itu adalah kaki tangan TI.  “Yang ngambil paket ganja tersebut SY dan FB. Pengakuan keduanya ganja tersebut diketahui milik TI warga binaan di Lapas Jawa Barat,” kata Tantan.

Diakui TI, ganja itu adalah miliknya dan AN. Sementara pemesan ganja tersebut dipesan oleh AZ. “AZ dan AN ini juga mempunyai peran untuk mendatangkan ganja tersebut dari Aceh. Rencananya ganja ini akan diedarkan ke wilayah Jawa Barat,” ucap Tantan.

Tiga tersangka itu kini telah dipindahkan ke Lapas Klas II A Serang. Tujuannya, agar memudahkan proses penyidikan. “Untuk mempermudah penyidikan, setelah dilakukan penangkapan disini, langsung kita kembangkan ke wilayah Jawa Barat dan kita komunikasikan dengan Kemenkumham dan bisa kita geser ke wilayah Banten,” kata Tantan.

Tantan menegaskan akan mengejar pelaku yang memasok dan mengirim ganja ke wilayah Banten.  “Akan kita kembangkan, untuk siapa pengirim dari tempat asal ini yang harus kita kembangkan,” ucap alumnus Akpol 1991 tersebut.

BNNP Banten, kemarin (12/3), ganja tersebut dibakar menggunakan alat incinerator (suhu tinggi).  “Semoga penindakan ini terus dilaksanakan dan digencarkan untuk melindungi generasi muda kita. Selain itu, pelaku harus diproses hukum yang berlaku,” kata anggota DPR RI Banten Adde Rosi Khaerunnisa yang hadir dalam acara pemusnahan tersebut. (mg05)