Tiga Orang Tewas Tersambar Petir

0
994 views
Seorang korban sambaran petir dirawat di Puskesmas Cilograng, kemarin.

LEBAK – Sebanyak tiga orang warga Cilograng tewas dan puluhan orang luka-luka akibat tersambar petir usai menonton pertandingan sepak bola di Kampung Cikareo, Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, pada Senin (17/8) sekira pukul 16.30 WIB. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Cilograng, sedangkan tiga orang yang kritis dilarikan ke RSUD Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Cilograng dan sekitarnya. Warga yang selesai menonton sepak bola kemudian berteduh di gubuk yang tidak jauh dari lapangan Cikareo. Namun tiba-tiba, petir menyambar dan menewaskan tiga orang, yakni Irfan (16) warga Desa Cikatomas, Subadri (50) warga Desa Girimukti, dan Ajid (17) warga Desa Pasirbungur, Kecamatan Cilograng. Sementara itu, tiga orang warga kritis dan dibawa ke RSUD Pelabuhan Ratu, yakni Didin (20), Suryadi (24), dan Siti Fatimah (23).

Korban luka-luka yang dirawat di Puskesmas Cilograng, yaitu Suparman (17), Rohadi (17), Sutarsih (50), Febriana (22), Erdi (20), Ahen (22), dan Solihat (15). Selanjutnya, Mijar (15), Andri (23), Euis (34), Irawati (15), Muna (20), Daman (27), Geira (17), Abidin (17), Mardi (20), dan Agung (16).

Kepala Desa Giri Mukti, Kecamatan Cilograng, Acep Deden Hidayat membenarkan, telah terjadi musibah di lapangan Cikareo. Tiga orang meninggal dunia, tiga kritis, dan belasan orang lainnya luka-luka akibat tersambar petir. Korban luka sudah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Cilograng.

“Kejadiannya sekira pukul 16.30 WIB. Saya sendiri enggak di lokasi, tapi sudah menerima laporan dari Sekretaris Desa dan masyarakat. Dari puluhan korban, satu orang meninggal dunia merupakan warga saya (Desa Girimukti-red),” kata Acep kepada Radar Banten, kemarin.

Sekarang, pihak desa bersama Polsek Cilograng masih melakukan pendataan terhadap korban. Korban yang mengalami luka ringan ada yang telah diizinkan untuk pulang ke rumahnya. Namun, korban yang mengalami luka bakar sedang masih harus mendapatkan perawatan di puskesmas dan rumah sakit.

“Iya, mereka baru menonton pertandingan sepak bola dan acara hiburan. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Korban meninggal dan luka-luka, lanjutnya, bukan hanya berasal dari Desa Girimukti. Tapi, ada juga dari desa lain di Cilograng maupun Kecamatan Bayah.

“Warga yang menonton pertandingan bola dan hiburan di Cikareo cukup ramai. Mereka bukan hanya berasal dari desa kami, tapi dari luar desa juga cukup banyak. Karena itu, korban sambaran petir sebagian besar warga luar desa,” imbuhnya.

Anggara Utama, saksi mata di lokasi kejadian mengungkap, suara petir terdengar cukup kencang. Saat itu, warga yang berteduh berhamburan dari gubuk. Beberapa korban tergeletak dan langsung mendapatkan pertolongan dari warga yang lain.

“Situasinya cukup mencekam, karena itu warga ketakutan. Setelah memastikan tidak ada lagi suara petir, warga langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke puskesmas terdekat,” terangnya.

Informasi dari tim medis, beberapa korban meninggal dunia. Sementara itu, warga yang luka-luka langsung mendapatkan perawatan dari tim medis di puskesmas.

“Sampai sekarang, warga yang luka-luka masih dirawat di Puskesmas Cilograng,” paparnya. (Mastur)