Tiga Pejudo Banten Mantap Menuju PON 2019

Ilustrasi/ Inet

SERANG – Langkah pejudo Banten menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua semakin mantap. Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Banten memastikan tiga atlet seniornya menembus peringkat tiga besar pada ajang Pra PON 2019.

Diketahui, ajang Pra PON cabang olahraga (cabor) judo dilaksanakan melalui sejumlah Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Atlet dengan poin tertinggi dianggap layak merebut tiket PON Papua. Tiga pejudo senior Banten yang menembus peringkat tiga besar itu, yakni Nadia Husnia di kelas 57 kilogram, Syerina di kelas 63 kilogram, dan pejudo putra kelas 55 kilogram Dicky Zulfikar.

“Nadia meraih medali perak. Sementara Dicky dan Syerina menyumbang medali perunggu. Gelar itu mereka raih di seri Kejurnas Kartika Cup 2019 yang berlangsung di GOR Amongraga, Jogjakarta, 26 Juli sampai 28 Juli 2019 lalu,” kata Pelatih Judo Banten Haerviner, Jumat (2/8).

Namun, pejudo Banten harus melalui satu seri Kejurnas lagi untuk memastikan tiket PON Papua itu. Yaitu, Piala Kapolri pada Oktober 2019 mendatang. “Tetapi, Piala Kapolri itu masih 50 persen jadi atau tidaknya. Jika tidak jadi maka ketiga pejudo Banten ini sudah pasti lolos. Namun, jika tetap jadi, kami yakini hasilnya tidak akan bergeser dari Kejurnas Kartika,” jelas Haerviner.

Selain tiga atlet senior yang diprediksi lolos, PJSI Banten masih punya seorang atlet andalan lagi yang sudah mendapatkan prioritas dari PB PJSI Banten untuk melenggang ke PON Papua. Yaitu, pejudo wanita Amanah Nuristiqomah.

“Satu tiket lainnya diraih Isti (Amanah Nuristiqomah-red) karena dia peringkat pertama di kelasnya sampai saat ini. Isti tidak tampil (di Kejurnas-red) karena akan menjalani tryout ke Korea bersama tim pelatnas SEA Games XXX/2019 Filipina,” ungkap Haerviner.

Melihat hasil yang telah ditorehkan keempat pejudo Banten itu, Haerviner optimistis target KONI Banten menembus peringkat sepuluh besar di PON Papua akan terdorong oleh pejudo Banten. “Kita akan berjuang mempersembahkan yang terbaik untuk Banten. Masih ada waktu yang cukup untuk terus membenahi kekuatan atlet,” tegas Haerviner. (rbs/nda/ira)