Tiga Rumah di Lebakgedong Rusak Diterjang Longsor

LONGSOR: Warga menunjukkan tebing longsor di Kampung Bojongsarung, Desa Lebakgedong, Kecamatan Lebakgedong, Minggu (5/2).

LEBAKGEDONG – Tiga rumah warga Kampung Bojongsarung RT/RW 04/01, Desa Lebakgedong, Kecamatan Lebakgedong, rusak parah akibat tebing penahan tanah (TPT) longsor pada Sabtu (4/2) sekira pukul 11.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Pantauan Radar Banten Minggu (5/2) sekira pukul 10.00 WIB, tebing dengan tinggi kurang lebih 27 meter merusak tiga rumah di Kampung Bojongsarung. Masyarakat belum memindahkan material longsor dari atas rumah, karena khawatir terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan masyarakat. Tiga rumah yang terkena longsor itu adalah rumah Ijah, Pahri, dan Ami.

Ijah, korban longsor menyatakan, tidak menyangka TPT di belakang rumahnya longsor. Saat kejadian, dirinya sedang mengobrol di rumah kerabatnya yang tidak jauh dari lokasi tersebut. Sekira pukul 11.30 WIB, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Warga lainnya pun langsung berhamburan ke luar rumah dan melihat TPT di belakang rumah saya longsor.

“Sekarang, saya tinggal di rumah kerabat, karena saya dan korban longsor lain takut terjadi longsor susulan,” katanya kepada Radar Banten, kemarin.

Ijah mengaku, sudah menerima bantuan sembako dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak. Namun, Ijah dan korban longsor lainnya berharap, Pemkab dapat memberikan bantuan untuk perbaikan rumah. “Saya juga ingin, TPT di belakang rumah yang longsor dibangun kembali. Kalau tidak dibuat TPT lagi, saya takut longsor terjadi lagi,” harapnya.

Kepala Desa (kades) Lebakgedong Sukatma menyatakan, bencana longsor yang menimpa Kampung Bojongsarung terjadi pada Sabtu siang. Pada waktu itu, hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Lebakgedong dan sekitarnya sejak dini hari. Sekira pukul 11.30 WIB, TPT di belakang rumah Ijah, Pahri, dan Ami, longsor. Beruntung, pemilik rumah selamat, karena sedang berada di luar rumah.

“Enggak ada korban dalam musibah tersebut, karena ketiga korban sedang berada di luar rumah,” terang Sukatma.

Dijelaskannya, rumah dan perabotan rumah tangga milik tiga korban rusak berat. Mereka kini harus tinggal di rumah kerabatnya karena takut terjadi longsor susulan. Apalagi sekarang, hujan masih terus terjadi.

“Longsor susulan berpotensi terjadi di Bojongsarung. Saya memprediksi sangat membahayakan masyarakat yang tinggal di bawah tebing daerah tersebut,” tegasnya.

Sukatma mengaku, sudah menyampaikan laporan kepada pemerintah kecamatan dan BPBD Lebak terkait bencana longsor di Lebakgedong. Untuk bantuan tanggap darurat, sudah diterima para korban. Akan tetapi, masyarakat ingin bantuan material bangunan untuk perbaikan rumah yang rusak berat. “Saya akan buat proposal permohonan pembangunan turap, karena kalau dibiarkan seperti sekarang, maka akan membahayakan. Masyarakat di sana enggak akan aman dan nyaman,” ujarnya.

Camat Lebakgedong E Wahyudin mengaku, prihatin dengan musibah yang menimpa masyarakat Bojongsarung. Dia berjanji akan memperjuangkan bantuan perbaikan rumah kepada pemerintah daerah melalui BPBD Lebak.

“Lebakgedong merupakan daerah rawan longsor. Jadi, kita imbau kepada masyarakat untuk waspada,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi membenarkan bencana longsor yang terjadi di Lebakgedong. Dia mengaku, sudah mendistribusikan bantuan tanggap darurat kepada tiga keluarga yang menjadi korban. “Cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga pertengahan Maret 2017, saya minta kepada masyarakat di wilayah rawan bencana untuk waspada,” katanya. (Ali/Radar Banten)