Tiga Sekolah Ditargetkan Masuk Adiwiyata Nasional

0
1.184 views

LEBAK – Tiga sekolah di Kabupaten Lebak ditarget masuk menjadi sekolah Adiwiyata Nasional. Adapun ketiga sekolah yang ditargetkan masuk sekolah Adiwiyata Nasional itu adalah SDN Rangkas Barat 1, Rangkas Barat 2 dan SMPN 2 Sajira.

Selain menargetkan sekolah adiwiyata nasional, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak juga menargetkan dua sekolah masuk sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Banten. Terkait target itu, instansi tersebut pun terus melakukan pembinaan dan verifikasi jelang penilaian sekolah Adiwiyata

“Saat ini kami masih menunggu tim penilai Adiwiyata Provinsi. Tim Kabupaten saat ini tengah terjun ke sekolah-sekolah terkait Adiwiyata. Kita targetkan minimal tahun ini ada tiga sekolah menjadi sekolah Adiwiyata Nasional, dua sekolah Adiwiyata mandiri, dua provinsi dan empat Adiwiyata tingkat kabupaten,” kata Kepala DLH Kabupaten Lebak Nana Sunjana, Minggu (22/9).

Dia menerangkan, untuk menjadi sekolah Adiwiyata tidak mudah. Oleh karena sekolah harus mampu mengedepankan sekolah berbasis lingkungan hidup, termasuk kebijakan dan kurikulum yang ada di sekolahnya.

“Tentunya, tidak hanya melulu soal kebersihan lingkungan sekolah saja, tapi kreativitas dan inovasi siswa dan gurunya yang berbasis sekolah masuk pada standar penilaian kami. Tentunya, terpenting adanya kemauan dan kesungguhan dari sekolah itu sendiri,” katanya.

Nana menyebutkan, lomba sekolah Adiwiyata merupakan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

“Tentunya, diharapkan dalam program ini setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah, menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif. Hingga saat ini sudah ada 27 sekolah Adiwiyata di Lebak. Baik Adiwiyata tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan Adiwiyata mandiri,” ujar Nana.

Dijelaskannya, tujuan program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah. Sehingga, dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya penyelamatan lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia.

“Program Adiwiyata harus berdasarkan norma-norma kebersamaan, keterbukaan, kejujuran, keadilan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. Sementara untuk waktu pelaksanaannya tengah kami jadwalkan,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, seluruh sekolah di Lebak harus mendukung sekolah Adiwiyata.

Dukungan tersebut, kata dia, diwujudkan lewat menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan penghijuan. “Semua sekolah harus mendukung, dengan menjaga kebersihan sekolah, melakukan penghijauan di halaman sekolah. Tapi, bukan lantaran Adiwiyata saja, seluruh sekolah wajib menjaga lingkungan,” kata Wawan.

Dia mengakui, untuk meraih sekolah Adiwiyata tidak mudah, harus dilakukan secara berjenjang mulai dari Adiwiyata tingkat kabupaten, provinsi sampai nasional. “Kita pada prinsipnya sangat mendukung setiap sekolah menjadi sekolah Adiwiyata. Semakin banyak sekolah Adiwiyata, maka akan semakin baik bagi dunia pendidikan,” kata Wawan. (nce/zis)