Tiga Tipe Diabetes dan Cara Pencegahannya

POLA hidup sehat sangat berpengaruh terhadap kualitas kesehatannya. Bahkan bagi seseorang yang jarang berolahraga dan disertai kurang mengkonsumsi buah dan sayur sangat rentan terkena penyakit diabetes.

Dokter RSUD dr Pirngadi Medan, dr Dharma Lindarto menjelaskan, diabetes itu terdiri dari tiga tipe yakni tipe 1, 2 dan gestasional. Untuk tipe 1 pada umumnya menyerang pasien usia di bawah 40 tahun bahkan anak-anak.

Namun dapat timbul di usia berapapun. Diabetes tipe I ini termasuk jenis diabetes dengan produksi insulin yang rendah karena kerusakan pankreas, sehingga ketergantungan insulin. Jika tubuh kurang insulin, kadar gula darah akan meningkat drastis. Hal itu diakibatkan oleh penumpukan yang disebut hiperglikemia.

Penyebab kurangnya produksi insulin oleh pankreas pada penderita diabetes tipe 1, belum diketahui hingga saat ini. Sehingga belum dapat disimpulkan cara pencegahannya dan hanya bisa dikendalikan.

“Diabetes tidak ada gejalanya. Kalau sudah komplikasi, baru kelihatan gejalanya. Komplikasi itu terkadang menyebabkan kematian,” ujar dr Dharma yang dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (14/1).

Sedangkan diabetes tipe 2, kata Dharma, yakni diabetes yang disebabkan oleh tubuh tidak efektif menggunakan insulin atau kekurangan insulin yang relatif dibandingkan kadar gula darah. Diabetes tipe 2 biasanya terjadi pada orang-orang yang memiliki berat badan berlebih dan kurang gerak fisik serta kurang makan buah dan sayur.

Pola hidup yang tidak aktif, lanjutnya, memicu terjadinya penyakit ini. Itulah sebabnya diabetes tipe 2 biasa ditemukan pada orang dewasa atau usia 45 tahun sampai 54 tahun.

Meski tidak bisa disembuhkan, diagnosis dini sangat penting, untuk segera ditangani dengan mengendalikan kadar gula darah penderita diabetes dan untuk mencegah komplikasi. “Kalau dapat dikendalikan dengan baik, maka hidupnya sama dengan orang tidak terkena diabetes, “ sambung Dharma.

Sementara diabetes gestasional, adalah diabetes yang dialami oleh ibu hamil. Diabetes gestasional terjadi karena wanita yang hamil terkadang memiliki kadar gula darah yang melebihi normal, meski masih belum termasuk kadar gula pada diabetes. Namun tetap tidak bisa dikendalikan insulin.

Diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan pada ibu serta janin. Oleh karena itu, sangat penting bagi penderita diabetes yang sedang hamil untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah. “Kalau diabetes pada ibu hamil, tidak hanya membahayakan ibu saja, janin juga. Jadi harus rajin dikontrol dan ditangani dengan baik,” lanjutnya.

Sedangkan pencegahan, dr Dharma bilang, pola hidup sehat dengan pergerakan jasmani yang aktif dan teratur serta mengkonsumsi buah dan sayur, dapat mencegah diabetes. Begitu juga dengan pendeteksian sejak dini, cukup efektif mengendalikan diabetes jika memang terkena, sehingga tidak sampai terjadi komplikasi.

“Kegemukan dan riwayat keluarga menderita diabetes, berisiko besar untuk orang menderita diabetes. Terlebih ditambah pola hidup tidak sehat dengan mengkonsumsi fast food, lemak berlebih dan aktivitas jasmani yang semakin kurang di zaman serba canggih ini, membuat risiko diabetes itu meningkat,” pungkas dr Dharma. (ain/ila/iil/JPG)