Tim Ati Layangkan Gugatan ke MK

0
3129
KPU Kota Cilegon menggelar pleno rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pilkada tingkat kota, Rabu (16/12). Pleno berlangsung lancar dan tertib dengan penjagaan ketat. Tim Paslon Ratu Ati Marliati-Sokhidin menolak tanda tangan hasil pleno dan akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Tolak Tandatangan Hasil Rekapitulasi Suara

CILEGON – Saksi yang mewakili Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Cilegon nomor urut 02 Ratu Ati Marliati-Sokhidin tidak mau menandatangani berita acara hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kota.

Alasannya adalah tim dari kubu petahana tersebut menduga ada tindakan kecurangan yang dilakukan oleh salah satu Paslon yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif.

“Kita tidak akan tandatangan surat rekapitulasi karena kita akan mengambil hak hukum  yang dimungkinkan oleh konstitusi,” ujar saksi dari Tim Paslon 02 Ati-Sokhidin, Samhudi usai rekapitulasi suara, Rabu (16/12).

Samhudi tidak menyebut secara gamblang kandidat mana yang dimaksud oleh tim Paslon 02 yang diduga melakukan kecurangan secara sitematis, terstruktur, dan masif tersebut. Namun ia menyebut salah satu kecurangan yang dilakukan kubu lawan adalah pembagian kartu secara masif di seluruh kecamatan di Kota Cilegon.

Menurut Samhudi, sesuai aturan, pihaknya memiliki waktu tiga hari setelah rekapitulasi ditetapkan untuk melayangkan gugatan.

Saat ini, upaya sudah dilakukan di kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Cilegon, ke depan gugatan akan dilakukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kita akan berkonsultasi dengan tim hukum tentang materi yang akan kita ajukan ke MK. Kita sudah konsultasikan dan akan kita matangkan materi yang akan dibawa ke MK. Bukti-bukti sudah ada, saksi-saksi juga ada,” paparnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi menjelaskan, menghormati upaya hukum yang dilakukan oleh setiap Paslon. Menurutnya, secara aturan pun masih ada ruang untuk setiap kandidat untuk melakukan upaya hukum.

Soal adanya saksi yang ogah menandatangani hasil rekapitulasi suara, menurut Irfan, tidak menjadi persoalan.

“Memang kita harapkan menandatangani, kan tentunya saksi yang hadir yang menandatangani itu. Jadi tidak ada masalah dengan itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, hasil rekapitulasi suara, Paslon 01 Ali Mujahidin-Firman Mutakin mengantongi suara 47.482 suara, Paslon 02 Ratu Ati Marliati-Sokhidin sebanyak 64.815 suara, Paslon 03 Iye Iman Rohiman-Awab sebanyak 31.496 suara, dan Paslon 04 Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta sebanyak 75.449 suara.

Dari total daftar pemilih tetap sebanyak 229.055, suara sah sebanyak 219.242, sedangkan suara tidak sah sebanyak 9.813. (bam/alt)