Tim Ekskavasi Temukan Reruntuhan Ruang Tamu Sultan

0
73
Tim Ekskavasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten menemukan reruntuhan di Eks Kawasan Kesultanan Banten, Senin (22/7).

SERANG – Tim Ekskavasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten kembali menemukan reruntuhan di Eks Kawasan Kesultanan Banten, Senin (22/7). Temuan di sisi utara Keraton Surosowan tersebut diduga bekas ruangan Sultan Banten.

Temuan berupa struktur bangunan batu bata dan karang ini hasil dari proses penggalian tim yang sudah dilakukan selama lima minggu. “Dugaan awal dari sruktur sebagai bangunan yang dahulunya untuk menyambut para tamu sultan,” kata Arkelog BPCB Banten Riko Fajrian kepada awak media di lokasi ekskavasi.

Lantai tersebut diduga terhubung hingga pintu masuk Keraton Surosowan, yang kini tinggal reruntuhannya saja. Ekskavasi ini untuk menelusuri jejak sejarah reruntuhan Kesultanan Banten akan berlangsung selama empat bulan lamanya. “Jadi sebelum tamu Sultan masuk ke Surosowan, Sultan akan bertemu dengan para tamu yang saat ini kita temukan struktur ini,” sambung Riko.

Selain reruntuhan yang diduga sebagai ruang Sultan menerima tamu, tim ekskavasi juga menemukan keramik dari China dan Eropa. Keramik dari China kemungkinan dibawa dari Dinasti Ching pada abad ke-19 dan Dinasti Ming sekira abad 17 atau 18. “Yang keramik Belanda sekira abad 18-19,” kata Riko.

Saat ini pihaknya sedang melakukan pembersihan keramik-keramik tersebut. Selanjutnya, tim akan melakukan analisa lebih lanjut berdasarkan motif keramiknya. “Paling saat ini yang bisa kita data dugaan awal keramik yang kita temukan dari penggalian itu. Saat ini keramik kita bersihkan dulu, kita simpan di tempat penyimpanan di museum atau di puslit. Nanti kita lakukan pembersihan agar tahu motif-motif di dalam keramik itu. Dari situ kita analisis,” katanya.

Kata Riko, jika pecahan keramiknya punya susunan yang masih utuh atau kondisi pecah dan punya struktur pecahan yang lengkap akan dilakukan restrukturisasi. Namun, jika tidak maka akan dibiarkan seperti adanya temuan. “Kalau bisa rekonstruksi biasanya kita konstruksi, tapi jika pun temuan lepas pecahan sendiri dan dia tidak punya pasangan kita biarkan seperti itu,” ujarnya.

Ia mengaku, ekskavasi di sebelah utara Keraton Surosowan rencananya akan dilakukan selama empat bulan. Saat ini, tim sudah berjalan selama lima minggu. (Supriyono/RBG)