Tim Paralayang Banten Gelar Pelatda di Jabar

Paralayang Banten
Atksi alet paralayang Banten Agus Salim ketika menjalani Pelatda PON XIX 2016 di Sumedang, Jawa Barat.

SERANG – Setelah memastikan langkah melaju ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016, cabang olahraga (cabor) paralayang langsung tancap gas melakukan persiapan. Tim Paralayang Banten menggelar pemusatan pelatihan daerah (Pelatda) PON di Jawa Barat (Jabar).

Kepala Pelatih Paralayang Banten Anwar Permana mengatakan, enam atlet paralayang Banten saat ini menjalani Pelatda PON di dua tempat yakni di Puncak, Kabupaten Bogor dan Sumedang. “Kami memilih menggelar pelatda di Puncak dan Sumedang karena ada wacana dari panitia bahwa PON nanti akan dilangsungkan antara Puncak dan Sumedang. Untuk mengatasi kemungkinan itu, kami memutuskan latihan di Puncak dan Sumedang,” kata Anwar kepada Radar Banten, Rabu (6/1/2016).

Anwar menambahkan, berbeda dengan cabor lain, paralayang harus mampu menyesuaikan dan menguasai iklim di sekitaran venue pertandingan. “Atlet paralayang tidak hanya harus mengusai teknik saja, tapi juga alam sekitar venue. Atlet harus memahami situasi dan kondisi sekitar venue,” imbuhnya.

Ia mengakui, peluang atlet Banten menggondol medali emas di PON nanti cukup besar. Untuk meraih prestasi terbaik, pelatda harus dimaksimalkan. “Intensitas berlatih harus ditingkatkan. Kekuatan mental dan fisik atlet harus lebih matang lagi. Itu dikarenakan persaingan di PON nanti akan lebih ketat dari Pra-PON. Kalau mau juara, atlet harus banyak berlatih,” tegas Anwar.

Tiga tim, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, dan tuan rumah Jabar wajib diwaspadai di PON nanti. “Kita punya empat atlet muda dan mudah-mudahan bisa bersaing. Kalau melihat kualitas empat atlet tersebut, kami yakin selama pelatda ke depan kualitas mereka akan semakin matang,” tandasnya.

Sementara itu, Manajer Paralayang Banten AKP Areng menyatakan, di PON nanti pihaknya bertekad meningkatkan prestasi dengan meminimalisir kesalahan seperti yang terjadi di Pra-PON. “Di Pra-PON kami hanya mampu finish di peringkat keempat. Tapi sebenarnya kami bisa finish di peringkat kedua setelah nomor open distance perorangan meraih nilai tertinggi. Akan tetapi, medali emas tersebut didiskualifikasi panitia lantaran atlet Banten diketahui menyentuh distrik terlarang area Bandara Husen Sastranegara. Semua kekurangan di Pra-PON akan menjadi bahan evaluasi kami dalam menjalani pelatda,” ucapnya.

Diketahui, di PON nanti tim Banten berhak tampil di delapan nomor yang dipertandingkan. Yakni ketepatan mendarat perorangan, ketepatan mendarat beregu, open distance perorangan, open distance beregu, race to goal perorangan, race to goal beregu, tandem perorangan, dan tandem beregu. (RB/dre/air/ags)