Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Banten, Borong Sejumlah Tokoh

SERANG – Bersamaan dengan pengumuman Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK), partai politik (parpol) koalisi pengusung pasangan capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin di tingkat Provinsi Banten juga membentuk struktur tim sukses.

Tidak tanggung-tanggung, dalam struktur tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Provinsi Banten, sejumlah tokoh diborong masuk dalam daftar dewan penasihat timses. Mereka adalah Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, mantan bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, tokoh pendiri Provinsi Banten Irsyad Djuwaeli, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah Ali Mujahidin, dan tokoh ulama Banten Abuya Muhtadi. Sementara Ketua Timses Jokowi-Ma’ruf di Banten adalah Asep Rahmatullah yang merupakan Ketua DPD PDIP Banten.

Terkait nama-nama yang masuk dalam struktur tim, Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf, Asep menuturkan, nama-nama yang sudah dicantumkan dalam tim dan penasihat pemenangan akan diserahkan ke Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk kemudian di-SK-kan. “Sementara ini tim fokus kepada kerja-kerja bagaimana memenangkan dan juga menjaga perolehan hasil survei, artinya untuk bagaimana juga melakukan langkah-langkah awal. Karena ini kan harus disampaikan ke pusat, hasil rapat hari ini (kemarin-red) kita sampaikan ke pusat untuk dibuat SK-nya,” kata Asep kepada wartawan usai melakukan rapat konsolidasi yang berlangsung tertutup dengan parpol pengusung dan pendukung Jokowi-Ma’ruf di salah satu hotel, di Kota Serang, Jumat (7/9).

Masuknya nama WH yang masih aktif sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Banten dalam tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf, diakui Asep telah disetujui semua parpol pengusung dan pendukung Jokowi-Ma’ruf saat melakukan rapat. Ia mengaku telah melakukan komunikasi sebelumnya dengan gubernur. Termasuk melakukan komunikasi dengan semua nama yang masuk dalam struktur tim pemenangan terutama tokoh yang berasal dari luar parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf.

Khusus untuk Wahidin Halim atau yang akrab disapa WH, Asep mengklaim sudah mendapatkan persetujuan langsung bahwa yang bersangkutan siap mendukung pasangan Jokowi-Mar’uf pada Pilpres 2019. “Pak WH sebagai penasihat tim, ingat ya kapasitasnya bukan sebagai gubernur tapi personalnya. Kita mintakan beliau sebagai penasihat tim kampanye Jokowi-Ma’ruf di tingkat Provinsi Banten. Insya Allah sudah atas seizin beliau. Saya enggak mungkin mencantumkan nama beliau kalau tidak berkomunikasi dengannya terlebih dahulu. Insya Allah sudah fiks. Jadi lengkap, gubernur, wakil gubernur, dan tokoh agama kita masukkan,” ujarnya.

Sambil menunggu struktur tim pemenangan di-SK-kan oleh TKN, lanjut Asep, pihaknya langsung bekerja cepat, diantaranya segera membuat rekening dana kampanye dan pembentukan sekretariat bersama pemenangan. Jadi walaupun kita kantornya punya masing-masing, Golkar punya, PDIP punya, yang lain punya, tapi untuk mewadahi seluruh kegiatan bersama ini kita akan menunjuk tempat bersama,” jelasnya.

Asep memastikan, timses akan bergerak sinergis, karena semua ketua parpol menjadi tim pengarah. Pada jajaran tim pemenangan, Asep mengaku dirinya dibantu sekretaris dari Partai Golkar dan bendahara dari PPP. Selanjutnya tim juga diisi oleh direktur-direktur yang diisi oleh kader partai pengusung. Seluruh parpol pengusung diberikan tugas untuk menjadi koordinator di masing-masing kabupaten/kota. “Misalnya Golkar untuk koordinator Kabupaten Serang, terus di Kota Serang yaitu dari PPP, Cilegon dari PKPI, kita bagi tugas dari partai koalisi,” ungkapnya.

Dengan telah terbentuknya struktur tim pemenangan tingkat provinsi, Asep mengaku optimistis bila Banten bisa menjadi lumbung suara untuk Jokowi-Ma’ruf, hal ini karena pasangan Jokowi-Ma’ruf diusung oleh parpol-parpol yang dapat dikatakan partai besar, seperti PDIP dan Golkar. “Golkar dengan PDIP sekarang ini bergabung, ditambah partai lainnya, insya Allah kita menang 70 persen di Banten,” tegas Asep.

Senada, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Banten Bahrul Ulum mengatakan, masuknya WH dalam susunan Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf lebih kepada personal. “Personalnya, bukan jabatannya (baik sebagai gubernur atau kader Demokrat),” ujarnya.

Terkait target menang 70 persen, lanjut Ulum, hal itu wajar sebab sosok KH Ma’ruf Amin yang menjadi cawapres Jokowi merupakan warga Banten. “Dan ini menjadi poin penting untuk progres pemenangan. Apa pun langkah yang akan dilakukan, tentu Partai Golkar akan sinergis dengan tim pemenangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah mengaku optimistis bila pasangan Jokowi-Ma’ruf bisa menang di Banten. Menurutnya, sejarah telah mencatat capres dan cawapres yang didukung Partai Golkar, akan mendapatkan kemenangan di Provinsi Banten. “Kita buktikan dan yakini bahwa siapa pun yang didukung Partai Golkar di Provinsi Banten, maka capres/cawapres akan mendapatkan kemenangan,” kata Tatu.

Dihubungi terpisah, Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Banten Eko Susilo mengaku belum mempercayai sepenuhnya langkah Gubernur Banten Wahidin Halim menjadi penasehat tim Jokowi-Ma’ruf Amin tingkat Provinsi Banten. “Kita enggak mungkin menanggapi informasi yang belum akurat dan valid. Kita pengen denger langsung dari WH-nya,” ujarnya kepada Radar Banten.

Kata dia, salah satu sumber yang diterimanya salah satu sumber yang bisa dipercaya menyatakan ini hanya penggiringan isu. Namun pihaknya masih menunggu informasi yang lebih valid. “Supaya kita enggak berasumsi, karena persoalan ini benar tidaknya, akan memiliki konsekuensi yang sangat berat bagi pak WH,” terangnya.

“Semoga ini cuma penggiringan isu. Kalau bukan dari beliau, Kita anggap masih hoax,” sambung Eko.

Padahal, kata Eko, pihaknya berharap WH yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Daerah DPD Demokrat Banten bisa mengambil sikap netral dalam Pilpres 2019. Penting dilakukan agar fokus dalam membangun Banten. Karena masih banyak hal yang perlu dilakukan. “Kalau kita berharap beliau sebagai kepala daerah lebih baik netral, dan fokus untuk membangun banten, begitupun bapak Andika,” pungkasnya.

Sementara itu, struktur tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk Provinsi Banten belum terbentuk. “Insya Allah dalam waktu dekat struktur tim pemenangan tingkat pusat akan diumumkan dan tentu sekalian sampai tingkat daerah,” kata Sekretaris DPD Gerindra Provinsi Banten Andra Soni kepada Radar Banten via pesan WhatsApp, Jumat (7/9).

Andra mengatakan, pasangan calon berserta seluruh ketua umum parpol koalisi sedang melakukan rapat finalisasi struktur tim pemenangan di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara No 4 Kemayoran Baru, Jakarta Selatan. “Betul (menunggu keputusan pusat-red) karena struktur dimulai dari tingkat paling atas yaitu nasional,” katanya.

Namun, semua pimpinan parpol koalisi di daerah sudah siap. “Seluruh provinsi sedang dalam tahapan finalisasi. Nanti masing-masing akan diberikan peran masing-masing karena ini terkait dengan sistematika pemenangan yang terstruktur masif dan terencana,” kata Anggota DPRD Banten ini

Andra mengaku, sejauh ini parpol koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga sudah melakukan koordinasi. Bahkan sudah bergerak bersama untuk memenangkan Pemilu 2019. “Ditambah selama ini koordinasi dengan relawan-relawan sudah berjalan. Tinggal nanti setelah diumumkan semua komponen akan bersinergi,” katanya.

Terkait masuknya Gubernur Wahidin Halim yang masuk sebagai penasehat struktur tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Banten, Andra enggan memberikan komentar. “Itu pilihan pribadi dan saya rasa beliau (Wahidin Halim-red) yang lebih paham,” kata Andra.

Ia mengaku lebih fokus untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandi dalam suksesi kepemimpinan nasional lima tahunan itu. “Semua orang boleh memprediksi, tapi suara rakyat penentu dari semua prediksi-prediksi yang ada. Tugas kita adalah meyakinkan yang punya hak dalam pemilu, bukan hanya meyakinkan satu dua orang tokoh saja,” ujarnya. (Deni S-Fauzan D-Supriyono/RBG)