Tim PON Pencak Silat Wajib Tandatangani Pakta Integritas

Pengurus IPSI Banten foto bersama usai menggelar rapat terbatas di Sekretariat Pengprov IPSI Banten, Cinanggung, Kota Serang, Rabu (20/1/2016). (Foto: Andre AP)

SERANG – Keseriusan Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banten untuk memperbaiki prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016 tak hanya isapan jempol. Terobosan demi terobosan terus dilakukan. Teranyar, Pengprov IPSI Banten membuat terobosan dengan menyiapkan pakta integritas yang wajib ditandatangani tim PON.

Ketua Umum Pengprov IPSI Banten Ajat Sudrajat mengatakan, pakta integritas ditujukan untuk tim yang menjalani pemusatan pelatihan daerah (pelatda) PON. “Kami sudah siapkan pakta integritas atau surat pernyataan sikap bahwa yang harus ditandatangani pelatih dan atlet PON. Di dalam pakta integritas tersebut tercantum poin-poin penting, di antaranya pelatih dan atlet harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin selama pelatda. Tujuannya agar prestasi di PON nanti lebih baik lagi,” kata Ajat di Sekretariat Pengprov IPSI Banten, Cinanggung, Kota Serang, Rabu (20/1/2016).

Ajat menambahkan, dengan adanya pakta integritas tersebut bukan merupakan sebuah ancaman atau paksaan kepada pelatih dan atlet. Melainkan untuk meningkatkan keseriusan dalam menjalani pelatda. “Pelatih dan atlet dituntut fokus dan sungguh-sungguh menjalani pelatda agar mendapatkan prestasi tertinggi di PON nanti. Terobosan ini juga bagian dari tujuan kami untuk menjadikan pencak silat sebagai olahraga ikon Banten,” imbuhnya.

Tidak ada tawar-menawar terkait poin-poin yang tercantum dalam pakta integritas tersebut. “Kalau di pelatda tidak sungguh-sungguh, kami akan melakukan evaluasi. Kami tidak segan-segan akan mencoret atlet atau pelatih yang tidak serius menjalani pelatda. Nama atlet yang lolos PON bisa diganti karena yang lolos PON bukan atlet, melainkan kelas yang diikuti. Di Pra-PON beberapa waktu lalu, kita meloloskan empat kelas, bukan empat atlet. Sebagai contoh, atlet yang turun di kelas 50 kilogram dan selama menjalani pelatda ternyata berat badannya bertambah menjadi 53 kilogram, maka siap-siap atlet tersebut akan kami coret,” tegas Ajat.

Atlet yang berada di pelatda PON dipastikan belum aman. Itu karena pihaknya menerapkan sistem promosi dan degradasi. “Kami akan menyiapkan tim lapis kedua sebagai antisipasi apabila ada tim inti yang dicoret karena melanggar pakta integritas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelatih Pencak Silat banten Joko Supriyatno mendukung langkah yang dilakukan pengprov. Dengan adanya pakta integritas, ia berharap atlet lebih serius menjalani latihan. “Sangat mendukung. Tentunya akan membantu kami tim pelatih. Kalau anak-anak serius dan tekun, saya yakin akan ada perbaikan prestasi di PON nanti,” ucapnya. (RB/dre/air/ags)