SERANG – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang Banten pada Mei 2016 mencapai 62,12 persen atau naik 9,94 poin dibanding bulan sebelumnya, yakni 52,18 persen. Kenaikan ini utamanya disebabkan oleh naiknya TPK semua kelas hotel bintang dari hotel bintang satu hingga bintang lima.

Jika dibanding bulan yang sama tahun lalu, TPK Mei 2016 juga mengalami kenaikan yakni sebesar 13,34 poin dari sebelumnya 48,78 persen. Sama halnya dengan TPK month to month (m to m), penyebab utama kenaikan TPK year on year (y on y) ini adalah naiknya TPK semua kelas hotel bintang mulai hotel bintang satu sampai bintang lima.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, perkembangan TPK selama setahun terakhir memperlihatkan kondisi yang fluktuatif. Kenaikan TPK bulanan pada bulan Mei ini diduga disebabkan oleh libur long weekend dalam rangka Perayaan Kenaikan Isa Al Masih yang disambung dengan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Jika kita lihat lebih jauh lagi terdapat lima hari minggu pada bulan Mei. Hal ini juga diduga menjadi pemicu kenaikan TPK Bulan Mei 2016. Sementara itu, TPK satu bulan ke depan diprediksi akan sedikit mengalami penurunan yang disebabkan karena sedang dalam suasana puasa ramadhan.

Untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) gabungan (asing dan Indonesia) pada hotel berbintang di Banten selama Mei 2016 tercatat sebesar 1,65 hari atau naik 0,23 poin dibanding bulan sebelumnya yaitu 1,42 hari. Kenaikan ini utamanya disebabkan oleh RLMT asing yang naik 0,38 poin, dari sebelumnya 1,36 hari menjadi 1,74 hari. Selain itu, kenaikan ini dikuatkan pula oleh RLMT Indonesia yang juga mengalami kenaikan sebesar 0,22 poin, yaitu dari 1,42 hari menjadi 1,64 hari pada Mei 2016. Penyebab utama kenaikan RLMT gabungan pada hotel berbintang adalah RLMT pada semua kelas hotel yang naik kecuali untuk hotel bintang empat yang sebaliknya, justru mengalami penurunan sebesar 0,46 poin.

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, RLMT gabungan mengalami penurunan 0,95 poin, dari sebelumnya 2,60 hari. Penurunan ini disebabkan oleh RLMT Indonesia yang turun 0,74 poin dibarengi dengan penurunan RLMT Asing sebesar 1,66 poin. Lebih lanjut, penurunan RLMT Indonesia disebabkan oleh turunnya RLMT pada semua kelas hotel berbintang kecuali untuk hotel bintang satu dan bintang dua yang justru mengalami peningkatan secara berurutan yakni sebesar 0,23 dan 0,74 poin. Demikian halnya dengan penurunan RLMT Asing yang terjadi akibat turunnya RLMT pada semua kelas hotel bintang kecuali hotel bintang satu dan bintang dua yang mengalami peningkatan sebesar 4,10 dan 3,38 poin.

Perkembangan RLMT gabungan hotel berbintang selama setahun terakhir memperlihatkan kondisi yang fluktuatif, mengalami kenaikan pada Mei 2016 sebagaimana halnya pada Mei 2015 yang naik dibanding bulan sebelumnya. Sejalan dengan TPK yang diprediksi mengalami penurunan, RLMT satu bulan ke depan diperkirakan juga mengalami penurunan dengan alasan yang sama atas prediksi kenaikan TPK. (Aas)