Tingkatkan Fasilitas Stasiun Rangkasbitung, Ratusan Ruko Diratakan

0
1.034 views

LEBAK – Ratusan rumah toko (ruko) di bawah lahan milik PT KAI dibongkar untuk meningkatkan pengembangan infrastruktur dan fasilitas Stasiun Rangkasbitung, Kamis (3/8).

Senior Manager Humas PT KAI Daop I Jakarta Suprapto mengatakan, penertiban serta pembongkaran di atas lahan seluas 9.449 meter persegi dengan jumlah 105 bangunan ini dapat berjalan tertib dan kondusif.

“Alhamdulillah, pembongkaran ini berjalan dengan kondusif, karena kita sudah memberi surat peringatan tiga kali secara bertahap. Dan memang awalnya pemilik ruko atau kios ini mengontrak, sehingga kita nunggu sampai habis kontraknya,” ujar Suprapto saat meninjau pembongkaran di sekitar Stasiun Rangkasbitung, Kamis (3/8).

Suprapto mengaku, pihaknya sudah memberikan jangka waktu dua tahun untuk para pedagang menabung dan mengumpulkan dana untuk membiayai perpindahan usahanya.

“Sebelum dibongkar kita sudah beri surat peringatan dan kita sudah stop kontrak sampai 2015 dengan pedagang. Sehingga kita beri waktu dua tahun untuk para pedagang di sekitar Stasiun Rangkasbitung untuk membiayai perpindahan usahanya,” katanya.

Salah satu faktor pembongkaran ini, menurut Suprapto, yaitu jumlah penumpang yang terus meningkat dari 6.000 penumpang per hari dan sejak adanya KRL menuju Jakarta penumpang meningkat berlipat-lipat sampai 15.000 penumpang per hari, bahkan di hari weekend penumpang mencapai 25.000 orang per harinya.

“Maka dari itu, hal tersebutlah yang mendasari pembongkaran. Kita akan terus tingkatkan pelayanan terbaik untuk pengguna jasa angkutan kereta api, agar pengguna merasa nyaman dan aman,” tuturnya.

Lahan seluas 9.449 meter persegi ini, Suprapto mengaku, akan dijadikan lahan parkir, perluasan toilet, pembangunan mushola, ruang ibu menyusui, ruang loket, ruang tunggu penumpang dan lain sebagainya.

“Diharapkan dengan dibangunnya perbaikan infrastruktur dan peningkatan fasilitas ini dapat memberikan kenyaman kepada penumpang angkutan kereta api,” harapnya.

Sementara itu, salah satu pedagang sembako yang terkena pembongkaran Qiwong mengatakan, merasa kecewa dengan pembongkaran itu. Pasalnya, dia akan kehilangan tempat mencari nafkah untuk keluarganya.

“Saya bingung buat dagang dimana lagi, karena sangat sulit mencari tempat yang strategis seperti ini,” ungkapnya. (Omat/twokhe@gmail.com)