Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Deputi Direktur Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cotta Sembiring, dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Muallif saat peresmian Desa Cikande sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Rabu (21/11).

SERANG – BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya meningkatkan kepesertaan dari para pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah (BPU) yang melakukan kegiatan usaha dan mendapatkan penghasilan secara mandiri. Upayanya antara lain dengan meluncurkan program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Jumlah peserta pekerja informal jumlahnya masih sangat sedikit,” kata Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono usai peresmian Desa Cikande sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di lapangan sepakbola Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (21/11).

Dari total peserta BPJS Ketenagakerjaan sekira 50 juta, sebut Guntur, peserta dari pekerja bukan penerima upah ini jumlahnya sekira 2 juta, selebihnya pekerja formal. Dengan demikian masih perlu ditingkatkan. Apalagi jumlahnya selalu naik turun atau fluktuatif karena peserta tidak konsisten membayar iuran setiap bulannya.

“Kemampuan membayar iuran tergantung faktor kemampuan ekonomi. Sebagaimana kita ketahui, sandang, pangan, papan dulu yang dipenuhi oleh warga. Setelah kebutuhan itu tercukupi, baru bisa menabung atau ikut asuransi sebagai proteksi,” ungkapnya.

Mengenai kontribusi program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan terhadap peningkatan peserta pekerja informal, Guntur mengaku memiliki dampak positif. “Dapat meningkatkan peserta pekerja informal,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, selama lima tahun terdapat 210 desa di Indonesia yang masuk kategori Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yaitu suatu desa yang penduduknya bekerja di sektor informal banyak yang ikut program BPJS Ketenagakerjaan.

Peresmian Desa Cikande Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dihadiri oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Deputi Direktur Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cotta Sembiring, Deputi Direktur Wilayah Banten BPJS Ketenagakerjaan yang diwakili oleh Asisten Deputi Bidang Pelayanan Mulyana, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Muallif, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Serang Abdullah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Serang HR Setiawan, Camat Cikande Moh Agus, Kepala Desa Cikande Oman Saputra, dan ratusan warga.

Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama warga-warga Desa Cikande dan pembagian doorprize. Kemudian penandatanganan MOU Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan antara Pemerintah Desa Cikande dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang. MOU ini berisi tentang komitmen kepala Desa Cikande dalam mengikutsertakan seluruh masyarakat pekerja di desanya baik ke dalam sektor formal maupun sektor informal program BPJS Ketenagakerjaan.

Di sela-sela acara dilakukan penyerahan simbolis klaim kecelakaan meninggal dengan besaran Rp 208 juta atas nama pekerja Nahad dari PT Wonoko Jayakusuma. Almarhum jatuh dari lift yang putus dengan ketinggian 5 lantai. Klaim diserahkan kepada ahli waris, Cicih Suharsih.

BPJS Ketenagakarjaan melalui Deputi Direktur Bidang Perluasan Kepesertaan, juga memberikan penghargaan atas pencapaian Pemkab Serang dalam mengikutsertakan pegawai non-ASN di lingkungan pemerintahannya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Desa Cikande merupakan desa ketiga yang diresmikan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada tahun 2018. Sebelumnya Desa Wanasalam di Lebak dan Desa Sindangsari Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Sementara Desa Kadugenep di Kecamatan Petir menjadi Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pertama di Kabupaten Serang yang peresmianya dilakukan pada 2017.

Saat memberikan sambutan, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memberikan apresiasi kepada Camat Cikande Moh Agus yang semangat mengajak warganya untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu dilakukan Moh Agus saat menjadi camat di Petir. Karena itu, Bupati berharap agar kecamatan yang lain menirunya.

Selain masyarakat, lanjut Tatu, aparatur kecamatan hingga desa-desa yang non-PNS agar diikut sertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Desa Cikande Oman Saputra menuturkan, di desanya terdapat ratusan perusahaan dan desanya termasuk desa jumlah dengan penduduk yang banyak. Mereka juga sebagian besar bekerja di sektor informal. “Terinspirasi dari itu saya terdorong untuk mengajak warga ikut BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini baru 400 orang yang ikut,” ungkapnya. (aas)