Tingkatkan Mutu Pegawai, UIN Banten Lakukan Pembinaan

SERANG – Universitas Islam Negri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten menggelar pembinaan pegawai bertemakan ‘Menegakkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Berbasis Integritas’ di lantai dua Auditorium Prof Imam Sadzli Hasan, Kampus I UIN Banten, Ciceri, Kota Serang, Selasa (20/2).

Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pegawai di tatanan UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten. UIN Banten mengundang Sekretaris Jendral Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia Nur Syam sebagai pembicara. Hadir Rektor UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten Fauzul Iman, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, para dosen dan pegawai.

Sekretaris Jendral Kementrian Agama Nur Syam mengatakan dalam rangka meningkatkan mutu lembaga pendidikan dan kualitas kelembagaan, tidak terlepas dari pelayanan. Ada lima catatan untuk meningkatkan mutu kelembagaan. Diantaranya, perluasan akses pendidikan, perguran tinggi bertaraf nasional menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional, tata kelola tradisional menjadi professional, dan bekerja berdasarkan kompetensi.

“Salah satu contoh dalam hal ini ke depan harus menguasai birokrasi kita berbasis akademik. Kita harus melayani para mahasiswa yang kebanyakan generasi paham teknologi informasi, maka birokrasi kita harus berbasis teknologi informasi,” terangnya usai acara pembinaan pegawai, di UIN Banten, Ciceri, Kota Serang, Selasa (20/2).

Dalam rangka mengukur kinerja ASN terutama dari pejabat struktural maupun fungsional, sambung lulusan doktor Universitas Airlangga ini, ke depan kinerja pegawai harus memiliki peran yang jelas. “Pak Presiden berulang kali mengatakan harus ada pengukuran. Maka kita sudah menerapkan sistem informasi elektronik kerja ASN. Lalu memastikan siapa kualitas pegawai,” paparnya.

Melalui sistem ini, menurutnya kinerja pegawai lebih terukur. Sedangkan untuk dosen akan segera rilis Sistem Informasi Elektronik Kinerja Dosen menjadi salah satu ukuran bagi para dosen. “Berapa capaian kinerjanya. Misalnya seorang dosen pada hari ini tidak mengajar, maka apa saja yang dilakaukan pada hari ini yang tidak mengukur mengajar di depan kelas. Tapi juga pengabdian di masyarakat. Maka Rektor akan memastikan telah bekerja sebagai tanggung awabnya secara professional,” ucapnya.

UIN Banten, Nur Syam melihat dari sisi mahasiswa semakin bertambah hingga 10.000 lebih yang meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Selain itu, perkembangan kelembagaannya seperti dosen yang telah berpendidikan doktor. “Tentu ke depan berharap bahwa karena sudah menyandang status universitas, saya rasa ada peluang, misalnya dosennya harus professional , tenaga kependidikannya harus professional, mahasiswanya all out standing banyak karya akademis, dan profesornya punya karya akademik yang luar biasa,” tuturnya.

Wakil Rektor III UIN Sultan Maulana Hasanudin Wawan Wahyudin mengatakan pembinaan pegawai ini sebagai aspek meningkatkan mutu kinerja ASN. “Yang bisa mendorong aspek manajemen dari tradisional ke professional, nasional jadi internasional, berubah ke arah basis mutu. Kita bisa beraing dengan universitas lainnya baik dalam negri mapun luar negri,” terangnya, Selasa (20/2).

UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten ini, kata dia, sudah diminati oleh mahasiswa asing. “Alhamdulillah mulai tahun ini ada mahasiswa dari Palestina. Kami akan terus berikan edukasi. Dosen, mahasiswa dan pejabat diharapkan suportif secara baik,” pungkasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).