Tingkatkan PAD, Pengelolaan Tempat Wisata di Pandeglang Bakal Dilelang

0
66
Sekda Pandeglang Fery Hasanudin (kiri) berbincang dengan Asda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Indah Dinarsiani (kanan) usai rapat koordinasi di aula Setda Pemkab Pandeglang, Rabu (1/11).

PANDEGLANG – Pemkab Pandeglang merencanakan tempat wisata milik daerah bakal dikelola oleh pihak ketiga. Selain untuk mengoptimalkan potensi wisata, juga untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Fery Hasanudin membenarkan hal tersebut. Katanya, rencana melibatkan pihak ketiga tersebut karena lebih efektif dan efisien serta sangat menguntungkan bagi pemerintah daerah. “Ya, baru kita bahas mengenai hal itu. Pembahasan itu juga demi kebaikan bersama dan untuk meningkatkan PAD kita. Selama ini pendapatan dari sektor pariwisata belum bisa dilakukan dengan optimal,” katanya di ruang kerjanya, kemarin.

Fery menjelaskan, pengelolaan tempat wisata tersebut bakal dilakukan dengan cara dilelang, paling lambat Desember 2017. “Belum dilaksanakan karena masih kita bahas. Nanti sistemnya lelang. Namanya lelang, kan terbuka siapa saja berhak untuk ikut. Jadi, prosesnya nanti di bulan Desember semuanya harus sudah selesai dan proses lelang sudah harus bisa dilaksanakan sehingga di tahun 2018 pengelolaan oleh pihak ketiga sudah bisa dilakukan,” katanya.

Kata Fery, dasar direncanakannya pengelolaan tempat wisata oleh pihak ketiga disebabkan minimnya PAD dari sektor periwisata. “Contohnya begini, bagaimana setiap hari Minggu mobil macet karena banyak masyarakat yang berkunjung ke lokasi wisata. Berapa besar uang yang kita keluarkan untuk membangun infrastruktur menuju lokasi wisata itu, sementara PAD yang kita terima tidak sebanding dengan yang kita keluarkan,” kata Fery tanpa memerinci besaran anggaran PAD dari sektor pariwisata.

Fery mengaku, selain sektor pariwisata, masih ada beberapa hal yang akan dikelola oleh pihak ketiga seperti retribusi parkir, pengelolaan RSUD, pengelolaan tempat pelelangan ikan (TPI). Ada juga yang masih menjadi pertimbangan pihaknya mengenai pengelolaan kebersihan. “Kita ingin agar pengelolaan objek-objek potensial yang bisa menambah PAD itu dapat dikelola dengan baik. Saya yakin dengan dikelola pihak ketiga, akan mendatangkan manfaat yang besar bagi kita,” katanya.

Asda Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemkab Pandeglang Indah Dinarsiani menambahkan, rencana tersebut merupakan instruksi langsung dari Bupati Irna Narulita demi meningkatkan PAD Kabupaten Pandeglang. “Sudah ada kebijakan dari Ibu Bupati. Harapannya untuk pengelolaan yang menghasilkan retribusi, itu akan dipihakketigakan melalui lelang. Tadi (kemarin-red) kita lakukan inventarisiasi mengenai hal itu, ada yang di Dinas Perikanan, Dishub, dan RSUD. Tujunnya supaya pendapatan kita lebih optimal,” katanya.

Indah meyakinkan, dengan dikelola oleh pihak ketiga, PAD Kabupaten Pandeglang akan terus bertambah karena semua potensi pendapatan dapat dioptimalkan. “Karena kalau dilelangkan, pembayarannya juga dilakukan di depan. Misalnya begini, pada saat lelang kita kan sudah ada kajian potensi PAD. Katakanlah untuk retribusi parkir Karangsari, misalnya sebesar Rp100 juta per tahun maka pihak penawar itu minimal membayar harga itu. Kemudian yang menawarnya harus menunjukkan rekening di bank miliknya sesuai dengan harga yang ditawarkan, sebelum menandatangani kontrak,” katanya. (Adib F/RBG)