Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Lebak Gandeng Kelompok Penyanyi Jalanan

LEBAK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, kali ini sosialisasi dilakukan bersama kelompok penyanyi jalanan (KPJ) yang digelar di Gedung Bangkit di Jalan RT Hardiwinangun, Senin (5/3). Dalam sosialisasi tersebut turut hadir ketua KPU Provinsi Banten Agus Supriyatna.

Menurut Agus, munculnya calon tunggal di Kabupaten Lebak, menuntut KPU untuk ekstra melakukan sosialisasi guna meningkatkan angka partisipasi pemilih pada Pilkada 2018.

“Pasca putusan Panwaslu Lebak kemarin, memastikan calon tunggal pada Pilkada 2018 di Kabupaten Lebak ini. Menurut saya ini akan berdampak pada tingkat partisipasi pemilih, oleh sebab itu, KPU harus ekstra lakukan sosialisasi terkait Pilkada tahun ini, agar masyarakat tetap datang ke TPS,” ujarnya.

Bagaimanapun, masyarakat harus tetap menggunakan hak suaranya, karena pemilihan tetap konstitusional. Artinya, masyarakat tetap mempunyai hak pilih, dalam menentukan pilihan apakah mencoblos kolom kosong ataupun kolom bergambar.

“Kita (KPU-red) akan terus melakukan sosialisasi dengan berbagai cara untuk meningkatkan partisipasi pemilih, bahkan bisa terjun langsung ke lapangan seperti datang ke Mall, pasar atau tempat ramai lainnya, karena suara masyarakat yang menentukan terhadap kepimpinan paslon dalam melakukan percepatan pembangunan dan kesejahteraan kedepannya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Teknis Pencalonan KPU Lebak Sri Astuti Wijaya mengatakan, KPU Lebak akan terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 ini, walaupun hanya ada calon tunggal.

“Ya, sosialisasi akan terus dilakukan walaupun hanya diikuti satu pasangan saja. Angka partisipasi pemilih ditargetkan harus melebihi Pilkada sebelumnya. Tahun ini kita ditargetkan 75 persen, angka tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya, yakni pada Pilkada 2013 hanya 65 persen. Oleh karena itu, kita akan terus lakukan sosialisasi,” tegas perempuan berkulit sawo matang ini.

Selain sosialisasi Pilkada, lanjut Sri, KPU Lebak juga mensosialisasikan tata cara bagaimana pencoblosan nanti, karena pada pencoblosan hanya ada kolom bergambar dan kolom kosong.

“Pilihan manapun sah saja, baik pada pencoblosan kolom kosong maupun kolom bergambar, yang terpenting pada saat pencoblosan tidak keluar dari kolom yang disediakan pada surat suara,” jelasnya. (Omat/twokhe@gmail.com).