Tinjau Pelaksanaan Check Point, Walikota: Pelanggaran Satu Persen 

Walikota Serang, Syafrudin bersama Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi saat meninjau Pos Check Point di terminal Pakupatan, Senin (16/9).

SERANG – Angka pelanggar pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Serang diklaim menurun. Demikian diungkapkan Walikota Serang, Syafrudin saat meninjau empat pos Check Point di Kota Serang, Senin (14/9). 

Pantauan Radar Banten, empat pos Check Point yang ditinjau Walikota Serang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah yaitu, di Pintu Tol Serang Timur, Terminal Pakupatan, Pasar Kalodran dan Perempatan Palima, Kecamatan Curug.

“Kalau dilihat tingkat kepatuhan masyarakat, sekarang sudah membaik. Kalau lihat data dari petugas hanya satu persen yang melanggar. Itu enggak pakai masker,” ujarnya kepada wartawan. 

Dikatakan Syafrudin, bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker, pihaknya tetap memberikan sanksi sosial. “Sanksi sosial ini macam-macam. Dari lari, push up, nyapu dan lain sebagainya,” katanya.

Apabila, lanjut Wali Kota Serang, ada masyarakat yang suhu badannya tinggi, maka pihaknya akan melakukan perawatan terlebih dahulu serta melakukan perawatan. “Kalau memang ternyata suhu badannya masih tinggi, kita akan bawa ke rumah sakit terdekat,” katanya. 

“Alhamdulilah hasil pemantauan tidak ada yang terpapar, hanya ada pelanggaran masker, itu juga hanya satu persen pelanggar, itu pun pelanggaran masker, karena masyarakat sudah sadar bahaya Covid-19,” tambah Syafrudin.

Syafrudin mengaku dirinya melakukan check point yang sudah dilaksanakan dari tanggal 10 sampai 24 September 2020. Kemudian, hasil pemantauan tidak diketemukan yang terpapar Covid-19.

“Artinya tidak ada yang positif Covid-19. Pengecekan ini juga dibantu oleh TNI-Polri sampai tanggal 24 September 2020,” katanya. 

Dengan diadakannya PSBB, Wali Kota Serang meyakini bisa mengurangi dan memutus mata rantai Covid-19. “Kesiapan check point semuanya sudah siap, dari TNI-Polri dan lainnya sudah siap. Untuk penjagaannya selama 24 jam tapi bergantian,” katanya. (Fauzan Dardiri)