Tips Anti Cerai Ala Juned, Perbanyak Komunikasi dan Minta Bantuan Pihak Ketiga

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Banyak hal yang mampu menyebabkan terjadinya perceraian. Paling banyak akibat faktor kehadiran orang ketiga, sementara pada urutan kedua karena perbedaan prinsip hidup. Namun menurut Juned (53), nama samaran, faktor utama penyebab perceraian itu tidak lain karena kurangnya pengetahuan cara terhindar dari jebakan perceraian. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha konstruksi ini bersedia memberikan tips-tips menghindari perceraian.

Pengalaman Juned terhindar dari jeratan perceraian, diklaim cukup banyak. Pria yang memiliki empat istri ini, sempat mengalami perceraian beberapa kali. “Saya bukan orang sempurna. Meskipun tahu cara menanggulangi perceraian, tapi pernah cerai juga,” akunya.

Juned pernah mengalami cerai rujuk cerai rujuk. Banyaknya pengalaman rumah tangga yang karut-marut, menjadikan Juned ahli cerai rujuk. “Karena pengalaman itu, saya tahu penyebab cerai dan cara menghindari perceraian,” ujarnya.

Menurut Juned, pengalaman terbanyak terkait cerai rujuk ia dapatkan dengan istri pertama, sebut saja Meta (47). Bersama Meta, Juned pernah bercerai dua kali dan rujuk dua kali. Penyebab perceraian pertama ketika Juned ketahuan berselingkuh dan berujung dengan permohonan poligami. Beberapa tahun berlalu, mereka kemudian rujuk. Namun kembali bercerai dengan alasan berbeda. “Perceraian kedua terjadi karena dia melihat ada perubahan yang terjadi kepada saya. Waktu itu saya sedang sibuk-sibuknya, jadi sering meninggalkan Meta. Dia lalu gugat cerai saya lagi, tapi setelah itu kami kembali rujuk,” akunya.

Pengalaman menyelamatkan rumah tangganya dengan Meta hingga dua kali, menginspirasikan Juned untuk menarik benang merah kesimpulan tentang cara menyelamatkan rumah tangga. Terlebih, cara itu berhasil ia terapkan ketika istri-istrinya yang lain meminta cerai darinya. “Ketika saya praktikkan, ternyata berhasil. Makanya saya yakin, ternyata harus seperti itu biar lolos dari jeratan perceraian,” katanya.

Memangnya pakai cara apa sih Om? Juned lalu membeberkan trik anti-cerainya. Trik pertama yang ia cantumkan pada daftar anti-cerai dia adalah berani membuka komunikasi. “Pertama, yang harus dilakukan adalah berani melakukan komunikasi. Namanya laki-laki, jangan gengsian kalau sedang bertengkar. Tanya ke istri, memang salah saya apa? Kenapa sampai marah sebesar itu,” katanya.

Pada trik pertama ini, kata Juned, harus dibekali kesabaran dan kontrol emosi. Komunikasi ini harus terjalin dari hati ke hati, serta harus lebih banyak mendengar dibandingkan ingin didengar. “Jangan pernah membantah, biarkan istri kita mengeluarkan unek-uneknya. Percaya deh, telinga dan hati akan terasa terbakar, masalahnya omongannya tuh pasti menyakitkan. Makanya hati kita dipersiapkan dulu, harus kuat sabar, emosi di kontrol,” katanya.

Setelah membuka komunikasi, trik berikutnya adalah membuka pembicaraan bernuansa informasi terkait imbas perceraian. Juned biasanya menyelipkan pertanyaan seputar persyaratan yang harus dilakukan agar perceraian bisa terhindari. “Kasih tahu, kalau cerai dengan saya nanti siapa yang kasih uang ke salon. Nanti kalau cerai, saya enggak akan kasih mobil di rumah ke kamu. Takut-takutin sedikit tidak apa-apa, biar ngerti. Tapi tanya juga, saya ini harus apa supaya kamu enggak gugat cerai. Nah kan, naik turun tuh mentalnya, main-mainkan gitu,” jelas Juned.

Hmmm, semacam bargaining gitu ya Om? Mau pilih mana, pilih cerai atau enggak ke salon dan enggak punya mobil, oke oke. Tapi trik satu dan dua tidaklah cukup. Menurut Juned, harus diperkuat dengan trik ketiga yakni minta bantuan kerabat atau teman dekat pasangan. “Harus ada pihak ketiga yang jadi penengah. Paling ampuh itu mertua perempuan. Kalau tidak kakaknya lah, sahabatnya juga boleh. Pokoknya, orang ketiga itu tugasnya kasih tahu baik buruknya bercerai. Arah pembicaraannya, pokoknya rugi deh kalau cerai, gitu,” tutur Juned.

Trik satu, dua, dan tiga milik Juned, sering diterapkan dan berhasil. Hanya saja, ada beberapa kasus yang menjadikan tiga trik itu kurang mantap. Ini memaksa Juned untuk mengeluarkan jurus pamungkas, yakni trik keempat.

Apakah itu, kata Juned trik keempat adalah mendatangi orang pintar. Kepada orang pintar itu, ia minta didoakan agar sang istri membatalkan niatannya untuk bercerai. “Cari orang pintar orisinil, jangan yang abal-abal. Minta kepada orang pintar itu agar istri luluh dan enggak jadi gugat cerai. Kalau saya punya cem-ceman orang pintar, adanya di daerah Sukabumi. Kalau mau saya kasih nomornya nanti,” ujar Juned.

Yahhh, ujungnya lagi-lagi orang pintar deh. Orang Banten itu memang enggak pernah jauh dari orang pintar. “Itu namanya ikhtiar. Pakai cara apa pun sah-sah saja, yang penting istri batal gugat cerai. Gitu kan?” jelas Juned.

Baiklah, tapi trik satu dan tiga ada benarnya juga. Kalau trik keempat sepertinya tergantung keyakinan masing-masing. Semoga ilmu anti-cerai Juned bisa menginspirasikan para pembaca yang dirundung perceraian, khususnya bagi kaum laki-laki. Ngomong-ngomong ada kiat untuk para ibu enggak Om? “Wah, itu sih enggak ada. Saya kan laki-laki, ilmu ini kan karena pengalaman saya,” katanya. (Sigit/Radar Banten)