Tips Tetap Sehat saat Pandemi Covid-19

0
2.298 views
Fachruddin Perdana, S.Gz.,M.Si

Oleh: Fachruddin Perdana, S.Gz., M.Si.

Dosen Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Selama pandemi Covid-19, penting bagi kita untuk menerapkan pola hidup sehat. Kesehatan merupakan hal utama dan harus diperhatikan pada momen pandemi seperti sekarang. WHO telah mengeluarkan beberapa anjuran pola hidup sehat selama pandemi Covid-19, seperti sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir; selalu gunakan masker bila terdapat gejala batuk, pilek, dan saat keluar dari rumah. Lalu, konsumsi makanan sehat dan higienis dengan gizi yang seimbang; rawat imun dengan makan buah dan sayur 5x sehari; olah makanan dan minuman dengan baik dan benar; rajin berolahraga dan jangan lupa istirahat yang cukup; perbanyak minum air putih; kelola stress dan kesehatan mental dengan melakukan hobi dan selalu ceria; tetap waspada menjaga jarak dan hindari berkerumun. Jika ada indikasi sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat; dan tahan diri untuk tidak keluar rumah kecuali jika dalam keadaan mendesak.

Di tengah pandemi Covid-19, pasti banyak masyarakat yang mencari informasi mengenai kesehatan dan cara meningkatkan daya tahan tubuh. Pemerintah juga tidak tinggal diam yaitu dengan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk mengurangi penyebaran virus. Hingga saat ini, vaksin untuk mengobati infeksi virus Covid-19 belum ditemukan. Oleh karena itu, kita sebagi individu juga perlu melakukan sesuatu untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan meningkatkan daya tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang.

Terdapat beberapa kondisi yang dapat melemahkan sistem daya tahan tubuh, di antaranya adalah gizi kurang dan gizi lebih. Banyak penelitian menyebutkan bahwa kurang gizi berkaitan erat dengan menurunnya kerja sistem daya tahan tubuh, selain itu banyak penelitian juga menjelaskan bahwa obesitas dapat mengganggu keseimbangan sistem daya tahan tubuh. Pemantauan status gizi sangatlah penting untuk mengetahui apakah kita dalam kondisi gizi kurang, ideal, atau gizi lebih yang dapat sangat mudah kita lakukan dengan rutin memantau berat badan kita. Dengan melakukan aktivitas fisik moderat dan teratur terbukti dapat mengoptimalkan daya tahan tubuh. Selain itu, kurangnya waktu tidur dan kelelahan dapat menyebabkan gangguan pada daya tahan tubuh. Ketidakseimbangan asupan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh kita juga akan mempengaruhi daya tahan tubuh. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ditinjau dari segi pangan dan gizi, yaitu dengan mengkonsumsi makanan sumber protein; zinc; vitamin C; vitamin A; vitamin D; vitamin E; dan vitamin B.

Protein sangat penting perannya untuk membentuk antibodi dalam sel darah putih. Kebutuhan protein kita harus ditingkatkan agar respons kekebalan tubuh juga meningkat dan bisa menangkal virus/bakteri yang menyerang tubuh. Makanan yang kaya akan protein yaitu daging sapi, daging ayam, ikan, udang, telur, dan olahannya. Seng, mineral penting untuk menjaga imunitas tubuh kita dengan menghasilkan antibodi (IgG) yang berperan penting dalam membunuh virus yang masuk ke dalam tubuh. Mineral Seng dapat ditemukan pada kacang merah, jagung, udang, kwaci, rajungan, kacang tolo, kacang kedelai, belut dan kacang hijau.

Vitamin C dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta meningkatkan level antibodi melalui peningkatan kerja Limfosit B dan T. Vitamin C banyak di temukan pada buah dan sayur seperti jambu biji, jeruk, pepaya, mangga, pisang, sawi, bayam merah, daun katuk, daun singkong, dan lobak. Vitamin A memiliki fungsi untuk menjaga struktur sel di saluran pernapasan di mana sebagai pertahanan pertama tubuh ketika terjadi inveksi virus. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin A yaitu wortel, manga, pepaya, sawi, ubi ungu, dan kangkung. Vitamin D dan E berperan dalam menurunkan risiko infeksi melalui meningkatkan imunitas seluler dan juga menghambat proses inflamasi. Vitamin D banyak di temukan pada talas, kacang mete, kacang tanah, otak, telur ayam, udang, dan kangkung. Sedangkan Vitamin E banyak terdapat pada ikan cakalang, telur ayam, ikan kembung, ikan bandeng, telur puyuh, dan belut. Vitamin B (khususnya B6, B9, dan B12) berkontribusi pada respon pertama tubuh melalui produksi dan aktivitas aktif sel “Natural Killer”. Vitamin B6 banyak terdapat pada ikan lele, kentang, bayam, dan hati sapi. Vitamin B9 banyak terdapat pada hati ayam, hati sapi, kacang merah, dan bayam. Sedangkan untuk vitamin B12 dapat diperoleh dengan mengkonsumsi hati sapi, hati ayam, ikan lele, kuning telur, daging sapi, dan telur puyuh.

MANFAAT BAKTERI PROBIOTIK

Mikroba usus memiliki peran penting dalam perkembangan sistem imun. Salah satu cara untuk meningkatkan paparan mikrobial yang bermanfaat dalam meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan menggunakan probiotik dan prebiotik. Probiotik merupakan komponen sel mikroba yang memiliki manfaat baik bagi kesehatan manusia. Sedangkan prebiotik merupakan komponen makanan yang tidak di cerna dan dapat meningkatkan pertumbuhan atau aktivitas bakteri baik di usus sehingga bermanfaat bagi kesehatan. Contoh probiotik salah satunya adalah Lactobacillus casei Shirota strain. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa probiotik dan prebiotik memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Manfaat baik tersebut terjadi melalui aktivitas mikroba usus yang selanjutnya mempengaruhi perkembangan dan fungsi sistem daya tahan tubuh. Oleh sebab itu, pemberian probiotik dan prebiotik dapat menjadi metode yang aman untuk memperbaiki kesehatan serta mempengaruhi sistem daya tahan tubuh bawaan dan adaptif manusia.

Bakteri Lactobacillus casei Shirota strain yang terkandung dalam minuman probiotik akan dibawa ke sel M pada Peyer’s patches di dalam usus dan dicerna sehingga dapat meningkatkan fungsi limfosit (proliferasi, sekresi sitokinin, dan sitotoksisitas sel); pertahanan sel (fagositosis, produksi zat-zat oksidatif, sekresi enzim-enzim lisosom); fungsi alami sitosidal dari makrofag dan sel pembunuh alami (natural killer), serta respons antibodi (pembentukan immunoglobulin dan respon spesifik terhadap antigen). Secara singkatnya, bakteri Lactobacillus casei Shirota strain yang terkandung dalam minuman probiotik bekerja dengan cara membantu mengurangi pertumbuhan bakteri jahat terutama di usus halus sehingga terjadi keseimbangan mikroorganisme di dalam pencernaan yang nantinya akan bermanfaat dalam meningkatkan kualitas kekebalan tubuh.

Sistem pencernaan tubuh manusia memiliki beragam fungsi, sebagian fungsinya yaitu sebagai tempat pencernaan makanan dan penyerapan zat gizi. Sistem pencernaan memiliki peran besar dalam pertahanan tubuh manusia. Produksi antibodi yang bermanfaat untuk daya tahan tubuh manusia sebagian besar dapat ditemukan dalam sistem pencernaan. Dalam sistem pencernaan terdapat berjuta-juta mikroba yang membentuk suatu ekosistem dan memiliki peran besar dalam perkembangan fungsi sistem imun saluran cerna serta bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan manusia. Sistem kekebalan tubuh saluran cerna merupakan organ kekebalan tubuh utama di mana produksi antibodi utama imunoglobulin terjadi di usus manusia. Oleh sebab itu, pencernaan yang baik akan memberikan manfaat yang besar untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia.

DARI DIRI KITA

Untuk memulai dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat sudah seharusnya dimulai dari diri dan lingkungan kita terlebih dahulu agar terciptanya lingkungan yang menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjadi dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar kita. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mencanangkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang meliputi 7 Langkah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yakni (1) melakukan aktivitas fisik; (2) makan buah dan sayur; (3) tidak merokok; (4) tidak mengkonsumsi minuman beralkohol; (5) melakukan cek kesehatan berkala; (6) menjaga kebersihan lingkungan; dan (7) menggunakan jamban. Secara umum GERMAS memiliki tujuan agar menjalani hidup yang lebih sehat. Gaya hidup sehat akan memberikan banyak manfaat, baik itu peningkatan kualitas kesehatan hingga peningkatan produktivitas. Gaya hidup sehat meliputi lingkungan yang bersih, sehat, serta berkurangnya risiko untuk sakit dan terjangkit virus. Mari, sudah saatnya kita menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar tercipta masyarakat yang sehat, bugar, dan berprestasi. (*)