Titi Anggraini, Warga Tangsel Peraih Penghargaan Duta Besar IDEA International

0
91

TANGERANG – Warga Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel boleh berbangga. Titi Anggraini (38) didapuk menjadi Duta Besar International Institute for Electoral Assistance (International IDEA). Ini tak terlepas dari perannya mempromosikan demokrasi Indonesia di mata dunia.

Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini terpilih menjadi The Democracy Ambassadors International Institute for Democracy and Electoral Assistance (IDEA) yang berbasis di Stockholm, Swedia.

Ya, IDEA merupakan sebuah organisasi antar pemerintah yang beranggotakan negara-negara dari semua benua, yang memiliki mandat untuk menyebarluaskan kesinambungan demokrasi di seluruh dunia.

Perempuan kelahiran Palembang 12 Oktober 1979 ini terpilih bersama Mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, Laura Chinchilla (mantan Presiden Kosta Rika), Gareth Evans (mantan Menteri Luar Negeri Australia), dan Vaira Vīķe-Freiberga (mantan Presiden Latvia) dan beberapa figur terkemuka lainnya.

Rencananya, acara penyematan duta besar International IDEA akan berlangsung pada Rabu (15/11) mendatang di Stockholm, Swedia. Terpilihnya Titi sebagai duta besar International IDEA bermula dari kerja sama serta partisipasi dengan IDEA. Titi juga beberapa kali bekerja sama untuk mempromosikan hal yang berkaitan dengan demokrasi dan pemilu.

”Ini sungguh merupakan kehormatan bagi saya sebagai pegiat pemilu dan demokrasi. Lebih dari itu, amanah ini merupakan bagian dari pengakuan dunia atas perjalanan demokrasi Indonesia,” kata ibu Faural Naufal Mashudi itu.

Dikatakannya, penghargaan ini menjadi sebuah kehormatan baginya. Apalagi lembaga IDEA merupakan lembaga yang memonitor perkembangan demokrasi baik di dalam maupun luar negeri. ”Bagi saya amanah ini merupakan bagian dari pengakuan dunia atas perjalanan demokrasi Indonesia,” terang lulusan Magister Hukum, Fakultas Hukum Universitas Indonesia tersebut.

Kalau dilihat dari nama-nama duta demokrasi yang dirilis, sambungnya, Titi merupakan satu-satunya yang berlatar belakang aktivis organisasi masyarakat sipil di bidang kepemiluan. Duta lainnya berlatar belakang politisi, akademisi terkemuka, pejabat pemerintahan, maupun pejabat negara. ”Ini jadi tantangan bagi saya agar bisa terus mendorong keterlibatan masyarakat secara optimal dalam kehidupan berdemokrasi,” tambahnya.

Lewat penghargaan ini, menjadi sebuah bukti bahwa Indonesia telah melakukan yang terbaik dalam mempromosikan nilai-nilai demokrasi dan pentingnya mempertahankan demokrasi.

Menurutnya, dibutuhkan kerja maksimal, mengajak semua pihak untuk melindungi demokrasi dari ancaman-ancaman kritis yang mereduksi dan melemahkan demokrasi dalam mencapai tujuannya. ”Kerja-kerja itu misalnya, melawan politik uang, manipulasi suara, hoax dan kampanye jahat dalam pemilu,” terangnya.

Titi merupakan orang yang hingga sekarang mengajak pemuda melawan politik uang. Menurutnya saat ini partai masih belum mandiri atau masih terbelenggu pada elite bermodal besar. Hal ini tentunya harus ditekan sehebat mungkin.

Lewat Perludem, dia memandang perlu mendorong partai politik bersikap transparan dan akuntabel, membatasi besaran sumbangan ke parpol, dan memberikan bantuan keuangan dari anggaran negara. ”Kita menginginkan parpol harus mandiri dan profesional mengelola anggarannya,” tandasnya. (Togar/RBG)