CILEGON – Pelajar yang mengantongi ijazah dari Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Alquran (LPP-TKA) kini tak perlu khawatir lagi untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sejak diberlakukannya Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 25 Tahun 2014 tentang Wajib Belajar Diniyah Awaliyah dan Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang merupakan pengganti dari Perwal 44 tahun 2012, kedudukan TPA saat ini sudah disejajarkan dengan pendidikan di tingkat madrasah.

“Kalau dengan Perwal 44 tahun 2012 dulu, untuk masuk SMP itu hanya ijazah dari madrasah saja yang diakui sedangkan ijazah dari TPA/TKA itu tidak berlaku, karena dideskriditkan. Nah, setelah perwal yang lama itu direvisi maka kedudukan TPA/TKA itu sudah disejajarkan dengan madrasah,” ungkap Direktur Daerah LPP TKA Badan Komunikasi Pemudan dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Cilegon Bayu Panatagama, saat ditemui di sela kegiatan rapat kerja 2015 dan rapat evaluasi LPP-TKA 2014 di Aula Setda Cilegon, Sabtu (10/1/2015).

Ijazah TKA itu, kata dia, sebelumnya sempat menjadi polemik. Namun setelah melakukan evaluasi dan berbagai pertimbangan, maka perwal itupun akhirnya direvisi dan disambut baik oleh sekira 975 orang guru yang berasal dari 163 TKA/TPA di Kota Cilegon. “Dengan adanya revisi perwal itu, tentunya akan dimungkinkan lebih mempercepat program kegiatan pendidikan keagamaan melalui program TKA/TPA. Logikanya, bila output sebuah pendidikan itu adalah kelulusan, kalau outputnya saja tidak ada penghargaan, buat apa pendidikan itu terus berjalan. Tapi dengan adanya pemberlakuan perwal ini, kalangan guru TKA/TPA sudah lega dan lebih bersemangat lagi,” jelasnya.

Dirinya menegaskan, saat ini tidak ada lagi alasan bagi SMP di Kota Cilegon yang menolak pelajar yang hanya mengantongi ijazah TKA/TPA. “Kalau masih menolak, konsekwensinya adalah pelanggaran terhadap perwal itu sendiri, dan tentu ada sanksinya,” tandasnya. (Devi Krisna)