Eci Suci Suhayati memperlihatkan luka lembam pada wajahnya. Rabu (6/2).

SERANG – Nasib nahas menimpa Eni Suci Suhayati, warga Kampung Bolangbunut, Desa Terasbendung, Kecamatan Lebakwangi. Alih-alih mendapat uang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Abu Dhabi, Eci malah menerima penyiksaan dari majikan.

Kabar penyiksaan terhadap Eni ramai tersebar di media sosial (medsos). Seperti yang diunggah akun Facebook Lukas Liani yang menulis Eni mendapatkan penyiksaan dari majikannya selama enam bulan bekerja di Abu Dhabi. “Diperlakukan seperti binatang, Eni dikurung di kamar mandi oleh majikannya,” tulisnya.

Pemilik akun yang mengaku warga Lebakwangi itu meminta kepada Presiden Joko Widodo memberikan perlindungan serta bantuan moral dan psikis kepada Eni. Ia juga meminta pemerintah dapat menegakkan hukum dan mengusut kasus hingga tuntas. “Siapa pelakunya, adili sesuai hukum internasional,” tulisnya lagi.

Foto dan kasus penyiksaan terhadap Eni pun beredar melalui pesan berantai WhatsApp yang menulis Eni menerima penyiksaan dari majikannya. Bahkan, telinga Eni dipotong dan sekujur tubuhnya banyak terdapat bekas luka siksaan.

Foto dan pernyataan soal penyiksaan yang dialami Eni yang diunggah melalui Facebook dan WhatsApp dibenarkan Camat Lebakwangi Epi Sukma. Ia mengaku sudah meninjau korban di kediamannya kemarin sore. Kendati demikian, Epi menampik jika isu penyiksaan dilakukan sampai pemotongan telinga korban.

“Korban mendapatkan penyiksaan pemukulan di area telinga, kemudian disiram air panas oleh majikannya. Kalau pemotongan telinga itu enggak ada, saya sudah cek dan tanya ke korban di rumahnya,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan korban, kata Epi, korban berangkat ke Abu Dhabi bersama satu rekannya pada September 2018. Selama bekerja, korban selalu mendapat perlakuan kasar dari majikannya. “Selama tiga bulan korban dikurung di kamar mandi,” ujarnya.

Setelah menerima penyiksaan, lanjut Epi, Eni dipersilakan pulang ke Indonesia oleh majikannya. Gaji korban yang seharusnya 1.500 dirham hanya dibayar 1.000 dirham. “Itu pun ternyata 1.000 dirham, yang 500 dirhamnya untuk tiket pesawat pulang ke Indonesia,” terangnya.

Saat ini, kata Epi, luka-luka Eci masih membekas pada beberapa bagian tubuhnya. Eni juga sudah mendapat penanganan medis dari RSUD dr Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang. “Pulangnya kemarin malam (Selasa (5/2)-red), sudah divisum oleh RSUD, tapi belum ada hasilnya,” ungkapnya.

Epi mengaku segera mengonfirmasi kejadian yang dialami Eci kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang. Epi juga akan memastikan pemberangkatan Eci apakah sebagai TKI legal atau ilegal. “Kita cek perusahaannya juga (perusahaan jasa TKI yang memberangkatkan Eci-red). Nanti bersama Disnakertrans akan ada tindakan ke perusahaannya untuk kasus ini,” tandasnya. (Abdul Rozak/Nizar/Adit)