TKW Asal Buyutmekar Hilang di Arab Saudi

Ibu kandung Umamah, Ruminah, menunjukkan foto putrinya yang hilang di Arab Saudi, Selasa (20/11).

MAJA – Umamah (30), tenaga kerja wanita (TKW) asal Kampung Nehneur RT 01 RW 02, Desa Buyutmekar, Kecamatan Maja, hilang di Arab Saudi sejak 2006. Lulusan SMP Negeri 3 Maja tersebut merupakan anak pertama dari pasangan almarhum Usup dan Ruminah.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, Umamah berangkat ke Arab Saudi bersama bibinya, Uminah. Mereka berangkat ke Arab Saudi pada 2004 dengan difasilitasi PT Mutiara Bakti Al-Amra di Jalan Kranggan Swadaya 3, Pondokgede, Jakarta Timur. Perusahaan tersebut sudah tidak beroperasi sejak 2011. Pada 2007, Uminah sudah pulang ke Buyutmekar, tetapi Umamah sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya.

Ibu kandung Umamah, Ruminah (58) mengatakan, anaknya adalah sulung dari lima bersaudara. Dia berangkat ke Arab Saudi pada 2004. Selama dua tahun berada di Arab Saudi, Umamah sering memberikan kabar kepada keluarga di kampung halaman. Bahkan, TKW yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga tersebut dua kali mengirimkan uang buat orangtuanya di kampung. “Tapi, sejak 2006 tidak ada kabar lagi tentang keberadaan Umamah. Keluarga sudah mempertanyakan keberadaan Umamah kepada perusahaan yang memberangkatkannya dan mengadukan kepada pemerintah desa. Namun, belum ada kabar menggembirakan. Nomor telepon majikannya pun tidak aktif lagi,” kata Ruminah kepada wartawan di rumahnya, kemarin.

Pada 2014, ayah Umamah, Usup jatuh sakit dan meninggal dunia. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi persoalan anaknya yang tidak ada kabar berita dari Arab Saudi. Untuk itu, dia meminta kepada pemerintah mencari keberadaan anaknya.

“Saya sekarang hanya bisa pasrah. Harapannya, segera ada kabar tentang keberadaan anak saya di Arab Saudi. Kalau sudah ditemukan, saya minta langsung dipulangkan,” harapnya.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Buyutmekar Tatang Saefulrohman menjelaskan, di Desa Buyutmekar data mengenai TKW Umamah tidak ada. Saat berangkat pada 2004, yang bersangkutan diduga tidak melapor terlebih dahulu kepada pemerintah desa. Untuk itu, pihaknya kesulitan melacak keberadaan TKW yang hilang kontak sejak 2006. “Saya cek datanya emang enggak ada. Tapi, kita sudah menerima pengaduan dari keluarga terkait TKW Umamah. Bahkan, kita sudah laporkan kejadian ini kepada pemerintah kecamatan,” ungkapnya.

Tatang berharap, pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melacak dan mencari keberadaan TKW asal Buyutmekar. Keluarga Umamah menunggu kabar mengenai keberadaan TKW asal Lebak tersebut.

“Ke depan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans-red) diharapkan tidak mudah mengeluarkan izin kerja keluar negeri kepada masyarakat. Mereka harus lapor dan punya izin terlebih dahulu agar keberadaannya di luar negeri diketahui,” tegasnya. (Mastur/RBG)