Staf KBRI Damaskus berdoa sebelum pemberangkatan jenazah Sumiyati

Setelah mendapatkan persetujuan dari keluarga, KBRI Damaskus memulangkan jenazah TKW asal Kabupaten Serang, Provinsi Banten bernama Sumyati binti Padli silam melalui Bandara Internasional Beirut pada Senin (25/1/2016).
Sumyati lahir di Serang, 13 Januari 1989 asal Desa Lebak Gagak, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Berdasarkan keterangan dokter di RS Muasaat Damaskus, almarhumah dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 1 Januari 2016 akibat penyumbatan pembuluh darah di otak yang sudah dideritanya sejak masih berada di rumah majikan.

Keberangkatan dari Damaskus Suriah ke Beirut Lebanon dipercepat sehari guna menghindari tertutupnya perbatasan Suriah-Lebanon akibat badai salju Yohan. Badai Salju Yohan adalah badai salju tahunan yang melanda Tanah Syam meliputi Palestina, Lebanon, Suriah, hingga Jordan. Tahun 2015 lalu, badai Yohan menyebabkan perbatasan Suriah-Lebanon ditutup.
“Sebelum badai salju Yohan tambah besar, saya perintahkan staf agar segera bergerak dan bersiap menembus badai salju,” perintah Duta Besar RI untuk Suriah Djoko Harjanto melaui rilis yang diterima Radar Banten Online.

Dubes Djoko juga menyampaikan atas nama pribadi dan KBRI Damaskus belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhumah. Namun demikian, Dubes Djoko juga mengatakan bahwa pengirim TKW Sumyati ke Suriah adalah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) karena dikirim pasca moratorium penghentian pengiriman tenaga kerja ke Suriah pada September 2011. Maka dari itu, agen dan para pihak yang terlibat dalam pengiriman almarhumah harus dihukum sesuai UU Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya AM. Sidqi menambahkan bahwa almarhumah Sumyati masuk ke Suriah pada tanggal 12 Februari 2014 dan bekerja pada majikan bernama Abu Firas Baghdadi di wilayah Midan, Damaskus, selama 9 (sembilan) bulan. Pada tanggal 26 September 2015, Sumyati kabur ke KBRI Damaskus, karena tidak mendapatkan gaji dari majikan. KBRI Damaskus masih terus memperjuangkan hak-hak almarhumah.

Berdasarkan penggalian informasi, Sumyati merupakan TKW pindahan dari Negara Oman, diberangkatkan dari Jakarta dengan rute Jakarta—Abu Dhabi—Oman—Abu Dhabi—Suriah dan termasuk korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) karena masuk setelah Pemerintah RI menetapkan moratorium penghentian pengiriman TKI ke Suriah sejak September 2011. (qizink)