Toga Ditanam, Pos Ronda Dibikin Artistik di RT 01 Cibeo

0
748 views

CURUG – Tanaman obat keluarga (toga) mulai ditanam. Pos ronda pun mempunyai nilai seni. Dua hal ini menjadi pemandangan di lingkungan RT 01 RW 01, Kampung Cibeo, Kelurahan Pancalaksana, Kecamatan Curug. Warga RT ini tengah getol mempersiapkan lingkungannya menuju penilaian tahap dua Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020, Agustus mendatang.

Ketua RT 01 Ely Suheli mengatakan, saat ini, sudah ada belasan warganya yang mulai menanam toga di pekarangan rumah mereka. Warga juga membuat kebun toga di bagian belakang kampung. “Toga ini kita buat sesuai arahan tim juri,” jelasnya kepada Radar Banten, Kamis (11/6).

Arahan tim juri agar menanam toga itu langsung direspon oleh ibu-ibu warga RT 01. Terutama yang hobi bercocok tanam. Bapak-bapaknya, membuat pagar dari bambu dan dicat. Pagar ini untuk melindungi toga dari kambing atau ayam. “Pagar juga bikin lingkungan jadi rapi,” ujar Ely.

Apalagi, katanya, dengan dicat warna-warni, warga ikut senang melihat kampungnya jadi indah. Kondisi ini menambah semangat mereka untuk terus menata dan membenahi lingkungannya. Padahal, pada penilaian tahap pertama, belum ada persiapan apa pun di RT 01.

“Soalnya, kita masih bingung soal penataannya. Setelah dapet arahan dari juri, baru deh bergerak,” ungkap Ely.

Melihat kekompakan bapak-bapak dan ibu-ibu, pemuda di RT ini pun tak mau kalah. Dengan kemampuannya melukis, pemuda membuat pos ronda jadi lebih menarik. “Pos rondanya dilukis pemandangan alam,” jelas Ely.

Para pemuda di RT ini juga membantu pengecatan pagar dan memasang lukisan pemandangan alam di pinggir jalan. Tripleks dan bambu menjadi media lukis. “Itu kreativitas pemuda. Saya bolehkan, yang penting positif,” tandas Ely.

Lurah Pancalaksana Supi mengaku bangga dengan hasil dari semangat dan kekompakan warga menata lingkungan. Ia tidak mau mengulang pengalaman di penilaian pertama. “Saya tidak mau membuat juri kecewa lagi,” tegasnya. (mg06/don)