Tokoh Banten Kritisi Pemprov

Ketua DPRD Banten Andra Soni, Kapolda Banten Irjen Pol Agung Sabar Santoso, Gubernur Banten Wahidin Halim, Ketua Dewan Kehormatan Bakor Banten Akbar Tandjung, dan Ketua Umum Bakor Banten Irsyad Djuwaeli menghadiri acara pelantikan pengurus Bakor Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (15/1).

SERANG – Para tokoh pendiri Provinsi Banten turun gunung membantu Pemprov Banten, dalam rangka mewujudkan masyarakat Banten yang sejahtera sesuai cita-cita awal pembentukan Provinsi Banten. Wadah bagi para tokoh untuk membantu Pemprov dideklarasikan secara resmi di depan Gubernur Banten Wahidin Halim, disaksikan langsung oleh mantan ketua DPR RI Akbar Tandjung, Kapolda Banten Irjen Pol Agung Sabar Santoso, Danrem 064/Maulana Yusuf Kolonel Infanteri Windiyatno, Kepala Kejati Banten Rudi Prabowo Aji, Ketua DPRD Banten Andra Soni, Walikota Serang Syafrudin, anggota DPR RI asal Banten Tb Haerul Jaman, serta unsur Forkopimda Provinsi Banten lainnya, di Pendopo Gubernur, KP3B, Rabu (15/1).

Wadah bagi para tokoh pendiri Provinsi Banten berhimpun tersebut mengatasnamakan Keluarga Besar Bakor (Badan Koordinasi) Banten. Dalam acara deklarasi tersebut diumumkan dewan kehormatan, dewan penasihat, dan dewan pengurus Keluarga Besar Badan Koordinasi Pembentukan Provinsi Banten (Bakor Banten) masa bakti 2020-2025.

Jabatan ketua Dewan Kehormatan Keluarga Besar Bakor Banten diisi oleh Akbar Tanjung, ketua Dewan Penasihat dijabat Tb Farich Nahril. Sementara ketua umum Keluarga Besar Bakor Banten dijabat M Irsyad Djuwaeli, ketua harian Aeng Haerudin, sekjen M Aly Yahya, dan bendahara umum Siti Nur Azizah Ma’ruf.

Ketua panitia peresmian pengurus Keluarga Besar Bakor Banten, Aeng Haerudin dalam laporannya mengatakan, dibentuknya wadah berhimpun para tokoh pendiri Provinsi Banten ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan dan koordinasi para tokoh Banten sejak Agustus 2019, serta hasil silaturahmi dengan Gubernur Banten pada 18 Desember 2019 lalu.

“Saat ini Keluarga Besar Bakor Banten beranggotakan 400 orang,” kata Aeng.

Ia menambahkan, Bakor Banten diharapkan menjadi wadah pemersatu semua elemen dan masyarakat Banten. “Wadah ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah, dalam upaya menyejahterakan seluruh masyarakat Banten,” tutur Aeng.

Ketua Umum Keluarga Besar Bakor Banten M Irsyad Djuwaeli dalam sambutannya mengatakan, wadah tempat berhimpunnya para tokoh pendiri Provinsi Banten ini merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Keluarga Besar Bakor Banten punya tanggung jawab untuk turut membawa masyarakat menjadi sejahtera. Bakor hadir untuk mengawasi, mengkritisi, mendorong, serta membawa masyarakat Banten menjadi sejahtera,” tegasnya.

Ia melanjutkan, pasca berdirinya Provinsi Banten pada 4 Oktober tahun 2000, cita-cita luhur para tokoh pendiri Provinsi Banten untuk mewujudkan masyarakat Banten sejahtera belum terealisasi hingga Provinsi Banten berusia 19 tahun. “Dulu para tokoh pendiri Provinsi Banten berjuang membentuk provinsi. Sekarang tugas itu telah selesai, jadi tinggal mendorong bagaimana kesejahteraan masyarakat Banten tercapai melalui Bakor Banten,” ungkapnya.

Dikatakan Irsyad, untuk mewujudkan cita-cita berdirinya Provinsi Banten menyejahterakan seluruh masyarakat tidak mudah dan tidak bisa sendirian, butuh kerja sama semua pihak. “Keluarga Besar Bakor mengapresiasi kinerja Pak Wahidin dan Pak Andika yang telah bekerja membangun Banten. Alhamdulillah dalam dua tahun ini Provinsi Banten aman dari OTT KPK, jalan juga sudah bagus. Kalau sudah tidak ada korupsi di Banten, insya Allah masyarakat Banten sejahtera,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Irsyad mengaku, siap menjadi mitra kritis Pemprov Banten dalam menjalankan roda pemerintahan. “Kalau Pak Gubernur keliru, kita harus ingatkan. Kalau Pak Gubernur membangun, kita semua harus dukung. Bakor juga berencana membentuk pengurus Bakor di tingkat kabupaten kota untuk bermitra dengan bupati walikota dalam menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.

Terkait penunjukkan Akbar Tandjung sebagai ketua Dewan Kehormatan Bakor Banten, Irsyad mengaku, hal itu sebagai bentuk penghargaan. Sebab, Akbar ikut berjasa dalam proses pembentukan Provinsi Banten sebagai ketua DPR RI pada 2000.

“Pak Akbar memang bukan orang Banten, tapi jasa Beliau sangat besar. Makanya, kami sepakat meminta Beliau menjadi ketua Dewan Kehormatan,” bebernya.

Usai peresmian pengurus Keluarga Besar Bakor Banten, Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tandjung mengungkapkan, kehadiran Bakor Banten menjadi bukti bahwa masyarakat Banten masih ingin terus berkembang lebih baik. Ia mengingatkan para pengurus dan keluarga besar Bakor agar dapat mendorong percepatan pembangunan Provinsi Banten serta mendukung pembangunan nasional. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat bisa terwujud. “Baru kali ini para tokoh pejuang pembentukan provinsi terus eksis sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap pembangunan,” ungkapnya.

Akbar mengaku optimistis bila Pemprov dan Keluarga Besar Bakor jadi mitra strategis maka perwujudan cita-cita pembentukan Provinsi Banten tinggal menunggu waktu. “Dengan adanya Bakor, pada akhir masa jabatan Pak Gubernur semoga APBD Banten bisa di atas Rp20 triliun,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Banten Andra Soni mengapresiasi keputusan para tokoh pendiri Provinsi Banten yang telah membentuk wadah Keluarga Besar Bakor Banten untuk bermitra dengan pemerintah daerah. “Provinsi Banten usianya sudah tidak muda lagi, sudah saatnya kita bersatu menyejahterakan masyarakat Banten,” ujarnya.

SIAP TERIMA KRITIK

Usai peresmian pengurus Bakor Banten, Gubernur Wahidin Halim mengaku siap menerima masukan dan kritikan dari keluarga besar Bakor Banten untuk kemajuan Banten ke depan.

“Tegur saya. Kritik saya. Karena saya sedang memegang amanah masyarakat, milik bapak ibu juga,” kata Wahidin.

Gubernur yang akrab disapa WH itu melanjutkan, dirinya siap menerima kritikan sepanjang untuk kepentingan masyarakat Banten. “Tentunya dengan cara-cara yang santun dan baik. Hal itu diperlukan agar dapat membangun Banten lebih baik lagi. Sepanjang kepercayaan diberikan kepada saya dan Wakil Gubernur, isu-isu yang diinginkan Bakor, insya Allah saya akan mewujudkannya,” ujarnya.

WH menambahkan, para tokoh yang berhimpun di Keluarga Besar Bakor itulah yang telah berjuang dalam pembentukan Provinsi Banten bersama para alim ulama dan masyarakat. “Kehadiran para tokoh Bakor menambah keyakinan kita bersama dalam membangun Banten sesuai dengan yang dicita-citakan para pendahulu,” ungkapnya.

Sejak memimpin Banten pada pertengahan 2017, WH mengaku bersama Wakil Gubernur telah melakukan berbagai percepatan pembangunan mulai dari pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan.

“Banten sudah mampu mensejajarkan diri dengan provinsi lain. APBD Banten juga sudah mencapai Rp13 triliun tahun ini,” pungkasnya. (den/alt/ira)