Tol Serang-Panimbang Butuh Penambahan Lahan

Ruas Tol Serang-Panimbang yang sebagian jalan sudah dibeton berada di Kampung Cisait, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

SERANG – Berdasarkan hasil kunjungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten ke lokasi pembangunan Tol Serang-Panimbang pekan lalu, salah satu proyek strategis nasional (PSN) di Banten itu membutuhkan penambahan lahan sekira 81 hektare. Sementara itu, pembangunan fase pertama tol itu hingga akhir April lalu sudah mencapai 43,8 persen.

Kepala Bappeda Banten Muhtarom mengatakan, rencana panjang Tol Serang-Panimbang yakni 83,6 kilometer. “Pembangunannya dibagi dua fase. Fase pertama 50,3 kilometer yang dibiayai dan dilaksanakan BUMN. Sedangkan fase kedua sisanya akan dibiayai pemerintah,” ujar Muhtarom, kemarin.

Muhtarom mengatakan, pihaknya memang berkewajiban untuk melakukan monitoring agar PSN dapat bersinergi dengan pemerintah daerah. Pihaknya juga harus melihat kendala dan persoalan agar bisa diatasi, sehingga PSN dapat berjalan dengan baik. “Makanya kami monitoring pekan lalu,” ujarnya. Berdasarkan hasil monitoring itu, pelaksana Tol Serang-Panimbang ingin meminta penambahan kebutuhan lahan di interchange di titik nol lantaran ada sedikit penyempurnaan desain. Dengan begitu, tol ini akan terintegrasi dengan Tol Tangerang-Merak.

Namun, tambahnya, usulan penambahan lahan itu tak hanya untuk interchange saja, tapi juga guna kebutuhan lain misalnya pembangunan rest area. Lantaran sepanjang 83,6 kilometer panjang tol itu direncanakan ada empat rest area.

Kata dia, hasil monitoring itu akan dilaporkan ke pimpinan. Pihaknya juga akan diundang pemerintah pusat terkait evaluasi pelaksanaan PSN di daerah. “Kami sendiri akan mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi progress PSN. Kami akan undang satker-satker,” terangnya.

Ia meyakini pembangunan Tol Serang-Panimbang ini akan rampung tepat waktu. Selama ini yang membuat pembangunan agak lama yakni proses pembebasan lahan. Sedangkan pembangunan fisik relatif cepat. “Pemprov akan membantu ini lebih cepat selesai dengan membantu percepatan penetapan lokasi usulan lahan yang baru,” ujarnya.

Ia menerangkan, dari panjang 83,6 kilometer itu, ada tujuh exit tol yang perlu disinergikan. Salah satu tujuan sinergitas yakni mendukung kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung. Selain itu, untuk membuka akses dalam rangka pengembangan wilayah selatan Banten. “Dua hal ini yang perlu disinergikan dengan program daerah,” terang Muhtarom. Pihaknya juga harus memastikan tujuh exit tol itu bersentuhan dengan jalan provinsi, jalan nasional, jalan kabupaten kota, dan jalan desa. Begitu ada exit tol yang bersentuhan dengan jalan kabupaten dan desa maka harus diperlebar.

“Kami juga memikirkan bagaimana di exit tol terjadi pusat pertumbuhan baru, tapi tidak mengganggu fungsi ruang, misalnya kawasan pertanian jangan jadi industri,” urainya. Dengan begitu, apabila ada pertumbuhan, maka disesuaikan dengan fungsi dan karakter wilayah.

Kata dia, sebagai instansi perencanaan, pihaknya juga merencanakan agar ketujuh exit tol mempunyai potensi unggulan, tapi berbeda-beda. Misalnya di exit tol pertama menjadi sentra emping, sedangkan di exit tol kedua sentra lainnya. Dengan begitu, setiap exit tol akan dikunjungi.

Muhtarom mengatakan, fase pertama pembangunan tol dibagi menjadi dua sesi yakni sesi pertama 26 kilometer dan seksi kedua 24,3 kilometer. Sesi pertama ini diperkirakan akan rampung pada akhir tahun ini. “Makanya kami cek. Ternyata baru enam kilometer. Tapi pelaksana optimistis asalkan lahan klir. Sementara seksi kedua akan dilaksanakan tahun depan,” tuturnya.

Pj Sekda Banten Ino S Rawita mengatakan, saat ini usulan penambahan lahan guna pembangunan Tol Serang-Panimbang sedang proses di Biro Bina Infrastruktur Pemprov Banten. “Mudah-mudahan secepatnya selesai,” ujar Ino.

Pimpinan Proyek PT Wijaya Karya Serang-Panimbang Muhammad Ali memaparkan, secara umum pengerjaan konstruksi tol dibagi dalam tiga seksi. Seksi pertama yaitu dari Serang hingga Rangkasbitung, seksi kedua Rangkasbitung hingga Cileles, dan seksi ketiga dari Bojong hingga Panimbang. Kata dia, porsi Badan Usaha Jalan Tol itu Serang hingga Cileles atau seksi satu dan dua dengan panjang 50,67 kilometer. Untuk seksi satu ditarget selesai pada November nanti. Sedangkan untuk seksi tiga sepanjang 33 kilometer menjadi porsi pemerintah, direncanakan mulai konstruksi dan selesai bersamaan dengan penyelesaian seksi dua.

Ia mengatakan, sebagai bentuk dukungan pengembangan kawasan sekitar tol, Tol Serang-Panimbang akan dilengkapi dengan tujuh interkoneksi simpang susun. Ketujuh akses itu terdiri atas simpang susun Petir, Cikeusal, Rangkasbitung, Cikulur, Bojong, Cileles, dan Pagelaran. (nna/air/ags)