Tolak Diajak Mandi Bareng, Muka Warga Aweh Digergaji

0
3147

LEBAK – Nasib Nahas dialami MM, warga Aweh, Kecamatan Kalanganyar, yang dianiaya suaminya ADF hingga lima kali. Penyebabnya sepele, MM menolak diajak mandi bareng suaminya hingga ADF naik pitam dan melakukan penganiayaan kepada korban.

Korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) MM menceritakan, dirinya menikah dengan ADF sejak enam tahun lalu. Selama hidup bersama, MM kerap mendapatkan perlakukan kasar dari ADF. Pertama, penyebabnya sepele, karena menolak diajak mandi.

“Saya dianiaya menggunakan gergaji di bagian muka hingga luka robek. Kalau sekarang udah sembuh, karena kejadiannya udah lama,” kata MM kepada wartawan di Mapolres Lebak, Jumat (21/5).

Kedua, ADF ngajak makan bareng namun dirinya nolak karena ada yang harus dikerjakan. Atas dasar itu, korban dipukul menggunakan asbes di bagian mulut dan gigi. Kejadian ketiga terjadi ketika keduanya berkunjung ke Lebak selatan. Di sana, pelaku mengajak membeli rokok bareng. Lagi-lagi ditolak, sehingga membuat marah dan menganiaya korban dengan membentur-benturkan muka MM ke tembok. Keempat, penganiayaan dilakukan pelaku ketika dirinya mengurus pembuatan e-KTP, namun blangkonya habis sehingga menbuat dirinya dianiaya kembali hingga diseret-seret di rumah.

Peristiwa kelima terjadi pada Ramadan 2021, MM akan pulang ke rumah anaknya di Tangerang. Namun ADF meminta korban untuk tidak lama-lama di rumah anaknya di Tabgerang, tapi MM mengaku akan lama. Kondisi tersebut membuat MM dipukul menggunakan batang kayu kaso di bagian mulut.

“Kalau waktu kejadian dari penganiayaan yang pertama sampai yang kelima, saya sudah lupa. Kejadiannya udah lama, tapi yabg terakhir kejadiannya saat puasa Ramadan,” ungkapnya.(Mastur)