Tolak Eksploitasi Panas Bumi, Warga Padarincang ‘Teriak’

SERANG – Warga Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Banten. Warga dengan lantang menolak adanya perusahan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di sekitar tempat tinggal warga.

Warga menilai aktivitas perusahaan geothermal yang memanfaatkan panas bumi di Padarincang merusak ekosistem dan mengganggu masyarakat.

Rendi Muhamad Yani, mewakili masyarakat menjelaskan, warga yang diklaimnya mencapai ribuan ini terdiri dari pemuda, mahasiswa, santri, ustaz, ulama dan tergabung dalam Sarekat Perjuangan Rakyat (Sapar).

“Kami menyeru kepada masyarakat Padarincang khususnya, untuk bersama-sama mencegah kerusakan alam dan kekeringan air yang diakibatkan oleh pembangunan geothermal yang memanfaatkan panas bumi di Padarincang,” kata Rendi, Kamis (14/2).

Masyarakat menuntut pemerintah untuk menghentikan proyek PLTPB oleh PT Sintesa Banten Geothermal di Padarincang, dan menarik alat berat yang berada di wilayah proyek PLTPB karena sudah merusak kelestarian alam Padarincang.

“Meminta kepada Bupati Serang harus mau berpihak kepada penderitaan rakyat Padarincang, yang menolak proyek eksploitasi panas bumi di Kampung Wangun. Kami pun meminta kepada Gubernur Banten sebagai kepanjangan pemerintah pusat, harus mau menyambungkan penolakan ini kepada Presiden,” papar Rendi.

Masyarakat pun, lanjutnya, tentu meminta kepada pemerintah pusat untuk menghentikan proyek tersebut.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy di hadapan warga menuturkan, yang mempunyai hak menghentikan proyek tersebut adalah pemerintah pusat, di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kami, sebagai pemerinah daerah, siap memfasilitasi warga untuk bertemu dengan kementerian agar bisa menyampaikan persoalan ini,” kata Andika.

Kata Andika, pemerintah provinsi akan berusaha sekuat mungkin untuk membantu masyarakat menyelesaikan konflik ini.

“Kita akan coba minta ke kementerian untuk menganalisa lagi soal panas bumi, kami yakin kementerian pun tahu potensinya,” ujar Andika.

Untuk diketahui, sebelumnya dikabarkan warga akan melakukan aksi di depan Pendopo Bupati Serang dan Gubernur Banten. Namun informasinya sempat ditahan petugas kepolisian. Sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah melakukan unjuk rasa, sebagian warga bertemu dengan Wakil Gubernur Banten untuk audiensi. Setelah itu, Wakil Gubernur Banten menemui warga lainnya di depan kantor gubernur. Menerima penjelasan Wakil Gubernur Banten, warga pun langsung membubarkan diri dengan damai. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)