Tolak Geotermal, Warga dan Santri Istighotsah

Santri dan warga melakukan istighotsah dan mimbar bebas di pintu masuk proyek geotermal di Kecamatan Padarincang, Minggu (8/3).

SERANG – Penolakan warga terhadap proyek geotermal di Kecamatan Padarincang terus berlanjut. Kemarin (8/3), ribuan warga dan santri baik dari wilayah setempat maupun luar daerah ikut melakukan istighotsah di pintu masuk proyek geotermal untuk menolak proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) yang dinilai dapat merusak lingkungan.

Selain istighotsah, kemarin warga dan santri juga melakukan mimbar bebas menyuarakan penolakan terhadap proyek pemerintah pusat tersebut. Istighotsah mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI.

Salah seorang peserta istighotsah yang mengaku warga Kecamatan Padarincang Aunillah menjelaskan, istighotsah dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan PLTPB. Selain itu, pihaknya juga menuntut pemerintah mencabut izin proyek. “Kami minta pemerintah mencabut SK WKP (surat keputusan wilayah kerja pertambangan)  Kaldera Dano Banten,” pintanya saat menyampaikan orasi.

Katanya, sikap penolakan terhadap proyek geotermal sudah terjadi sejak lima tahun lalu sebagai menjadi bukti konsistensi masyarakat. “Kami tetap berdiri tegak tetap menolak PLTPB untuk menjaga kampung halaman kami dari kerusakan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, tokoh masyarakat Serang, Ustaz Enting menilai, aktivitas proyek geotermal sudah mengganggu stabilitas dan meresahkan warga, baik secara sosial, budaya, maupun agama.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Inti Bumi Perkasa (IBP) Energi, Darmizon Pikiang sebagai pihak pelaksana proyek geotermal memastikan, proyek geotermal tidak akan merusak lingkungan. Menurutnya, proyek tidak mungkin dihentikan karena penolakan proyek hanya berasal dari beberapa tokoh masyarakat. “Proses ini (proyek geotermal-red) harus tetap lanjut karena apa yang mereka buktikan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah,” ujarnya.

Terkait masih adanya penolakan proyek, ia mengaku akan terus melakukan pendekatan. “Kekhawatiran soal adanya proyek tidak dibenarkan,” tandasnya. (jek/zai/ags)