Tolak Setoran, Jukir Dikeroyok Preman

0
589 views
Kapolsek Serpong Kompol Stephanus Luckyto (tengah) menunjukkan batu dan kursi plastik yang digunakan tersangka untuk menganiaya korban di Mapolsek Serpong, Senin (20/1).

SERPONG – Agus alias Cepot (30) terbaring kritis di RSU Kota Tangsel usai dikeroyok oleh dua orang preman, Rabu (15/1) lalu. Juru parkir (jukir) minimarket di Jalan Raya Sektor 1.1 BSD, Kelurahan Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel itu dikeroyok lantaran menolak menyetorkan uang jatah preman dari hasil parkir.

Informasi yang diperoleh, awalnya, korban dihampiri oleh seorang preman berinisial W (45). Korban dimintai uang setoran oleh W sebagai koordinasi parkir dari lapak pedagang sayuran. Lantaran tak direspons, pelaku menggebrak meja yang ada di luar pos satpam minimarket.

“Tersangka W meminta uang setoran Rp30 ribu yang biasa dibayarkan per bulannya,” kata Kapolsek Serpong Komisaris Polisi (Kompol) Stephanus Luckyto di Mapolsek Serpong, Senin (20/1).

Lantaran tak kunjung dijawab, W menarik lengan korban dan mengajaknya duel. Korban yang tersinggung akhirnya menerima tantangan pelaku.

“Yuk, berantem aja kita. Dijawab korban ‘Ayo’,” terang Stephanus.

Tak lama, W dan Agus terlibat duel. DS (40) yang melihat W berkelahi datang membantu rekannya. Dua preman itu memukuli korban. W kemudian mengangkat bangku plastik milik pedagang martabak di area minimarket dan menghantamkan ke kepala korban.

“Korban mencoba melakukan perlawanan setelah dipukul dengan kursi, tapi saat akan menyerang terjatuh. Hingga akhirnya, pelaku W mengambil batu untuk menumbuk kepala korban sampai akhirnya korban tergeletak dengan berlumuran darah,” jelas Stephanus.

Usai membuat korban tak sadarkan diri, kedua preman itu meninggalkan lokasi kejadian. Tetapi, polisi yang mendapat kabar pengeroyokan itu langsung memburu kedua pelaku. Warga Serpong itu diamankan tak jauh dari lokasi kejadian. “Pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman maksimal lima tahun penjara,” kata Stephanus.

Hasil pemeriksaan kedua tersangka, pengeroyokan itu dipicu lantaran W kesal merasa disepelekan oleh korban. “Spontan karena emosi, akhirnya terjadi pemukulan,” ungkap Stephanus. (you/nda/ira)