SERANG – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten, Bank Indonesia Perwakilan Banten, dan Polda Banten bersinergi untuk menekan lanju inflasi di daerah.

Mahdani, Kepala Biro Ekonomi Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten, menyatakan, sinergi ini kali pertama dilakukan bersama instansi kepolisian. ” Kami harapkan mempunyai program bersama. Presiden sudah meminta agar bersinergi dengan polda,” ujarnya.

Maksud dari tujuan sinergi ini untuk bergerak bersama-sama dengan TPID menstabilitasi harga dan mengendalikan inflasi daerah karena TPID juga ikut membantu dalam penganggaran APBD supaya berjalan optimal.

Berdasarkan data BPS Banten, memasuki bulan Mei tahun 2016 harga barang-barang/jasa kebutuhan pokok masyarakat di Banten secara umum mengalami kenaikan. Hal ini terlihat dari naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sebesar 129,54 pada bulan April 2016 menjadi 129,93 pada bulan Mei 2016 atau terjadi perubahan indeks (inflasi) sebesar 0,29 persen.

Inflasi terjadi karena enam dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut turut kelompok bahan makanan naik 0,33 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,82 persen; kelompok sandang naik sebesar kurang dari 0,01 persen; kelompok kesehatan naik 0,14 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,01 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,31 persen. Sementara itu pada kelompok pengeluaran lainnya terjadi penurunan indeks yaitu pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar turun -0,06 persen.

Komoditi yang dominan menyumbang inflasi pada bulan ini adalah daging ayam ras, rokok kretek, tarip angkutan udara, rokok kretek filter, kue kering berminyak, melon, jeruk, bubur, gula pasir, dan minyak goreng.

Laju inflasi tahun kalender (2016) tercatat sebesar sebesar 0,43 persen, sedangkan inflasi year on year (IHK Mei 2016 terhadap Mei 2015) tercatat sebesar 3,84 persen. (Wirda)