Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah bersama Direktur Keuangan Telkomsel Heri Supriadi dan Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel Venusiana Papasi saat menunjau kekuatan jaringan dan layanan di monitoring room Telkomsel Telecommunication Center (TTC) Jakarta, Selasa (5/7).

JAKARTA – Trafik data Telkomsel mencatat kenaikan hingga lebih dari 78% pada H-1 Lebaran atau malam takbiran. Sedangkan pada hari Lebaran, kenaikan mencapai 75% dibandingkan dengan periode tahun 2015.

Dikutip dari siaran pers, trafik penggunaan layanan yang tertinggi terkonsentrasi di area Jawa-Bali, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, yang merupakan destinasi utama mudik dan daerah wisata. Penggunaan data di area ini menembus angka 771 TB (Terabyte) saat momen H-1 Lebaran.

Adapun area yang mengalami kenaikan penggunaan layanan data tertinggi dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015 adalah Sumatera. Kenaikan terpantau hingga lebih dari 89% menjadi sekitar 665 TB (Terabyte) saat momen H-1 Lebaran.

Penggunaan layanan data pada H-1 Lebaran dan saat Lebaran tercatat mengalami peningkatan yang signifikan di beberapa lokasi yang dilalui atau disinggahi oleh pemudik, seperti exit tol Kaliangsa, exit tol Pejagan, Terminal Wates (Yogyakarta), dan Pelabuhan Lamijung (Nunukan). Begitu pula dengan lokasi-lokasi wisata, seperti Jam Gadang (Bukittinggi), Berastagi, Pantai Kuta, dan Kota Bunga (Puncak).

Untuk layanan suara dan SMS di momen Lebaran ini tercatat cenderung stagnan. Layanan suara mengalami penurunan sebesar 4% di hari Lebaran menjadi sekitar 1,5 miliar menit jika dibandingkan dengan trafik percakapan di hari normal 2016. Sedangkan layanan SMS masih mencatat kenaikan sebesar 1% di malam takbiran.

Adapun tingkat keberhasilan koneksi data dan tingkat keberhasilan pengiriman SMS mencapai lebih dari 99%, sedangkan tingkat kesuksesan panggilan mencapai lebih dari 98% yang artinya tidak ada masalah yang berarti dan secara umum pelanggan dapat menikmati layanan dengan nyaman.

Sebelumnya Telkomsel telah melakukan peningkatan kualitas jaringan guna melayani kebutuhan komunikasi pelanggan selama periode mudik Lebaran. Optimalisasi jaringan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi yang biasanya terjadi pada H-7 hingga H+7 Lebaran. (Aas)