Tragedi Mencekam di Tanjakan Emen, Terhimpit Badan Bus

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menjenguk salah satu korban luka parah di RSUD Tangsel, Minggu (11/2).

SALAH satu korban selamat, Naman, menceritakan tragedi mengerikan di Tanjakan Emen, Subang, pada Sabtu (10/2). Tapi, Naman tidak banyak menjelaskan bagaimana mencekamnya kecelakaan maut itu. Selain karena masih sakit, ia masih trauma dengan teriakan korban kecelakaan maut. Ia hanya menangis saat ditanya bagaimana keadaannya sekarang.

Astaghfirullah,” kata dia dengan suara parau disusul tangisan. Salah satu keluarga Naman yang bertugas menjaga merengkuh tubuhnya untuk menenangkannya.

Begitupun dengan korban selamat Muhammad Abdul Patih. Ia hanya menatap rombongan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yang menjenguknya. Ia tidak dapat berkata apa-apa ketika diminta untuk mengingat apa yang terjadi pada Sabtu itu. “Sudah ya, silakan yang tidak berkepentingan di luar,” kata suster yang meminta awak media keluar dari ruang UGD itu.

Sawiyah (58), korban selamat lainnya, menuturkan, dirinya dan rombongan sebelumnya baru mengunjungi tempat wisata Tangkuban Perahu dalam rangka gathering. “Namun, setelah dari Tangkuban Perahu, bus yang kita tumpangi sepertinya mengalami rem blong dan menabrak sepeda motor. Saya duduk di bangku 12, bersebelahan dengan saudara saya. Tiba-tiba bus oleng dan terbalik. Saya langsung tak sadarkan diri. Saat sadar sudah di Puskesmas Jalan Cagak dan dibawa ke RSUD ini (RSUD Subang-red ),” tuturnya.

Lurah Pisangan Idrus Arsenih Kurnain, yang juga ikut dalam rombongan itu mengatakan, saat itu ia naik bus dua. Ketika rombongan pulang, bus satu berada di depan. Baru 15 menit perjalanan, bus satu mengalami kecelakaan. “Semuanya teriak, ada yang pingsan, ada juga yang menangis. Saya turun. Saya lihat bagaimana warga saya terhimpit badan bus,” kata Idrus saat ditemui di kompleks RSUD Tangsel, kemarin.

Kata Idrus, bus satu merupakan mobil yang membawa rombongan paling banyak. Ada 59 penumpang di dalam bus tersebut. Sementara di bus dua dan tiga hanya 40 penumpang saja. “Semua yang ikut ada 151 penumpang. Sebagian besar ada di bus satu. Sementara yang ikut dalam rekreasi itu bukan hanya anggota saja. Melainkan kader kesehatan, posyandu, dan anggota PKK,” kata dia.

Lokasi Tanjakan Emen berada dekat perbatasan Subang dengan Bandung Barat, tepatnya di antara tempat wisata Sari Ater dan Gunung Tangkuban Perahu. Dari arah Subang, ruas jalan tersebut berupa tanjakan. Sebaliknya, dari arah Bandung berupa turunan dengan kemiringan antara 40-50 derajat. (Nisa/RBG)