Tragis, Nenek Penderita Strok Tewas Terbakar

Seorang warga menunjukkan rumah Pulung, warga Kampung Sawah, Desa Kerta, Kecamatan Banjarsari, yang ludes terbakar, Minggu (5/8).

BANJARSARI – Kebakaran yang terjadi di Kampung Sawah, Desa Kerta, Kecamatan Banjarsari, pada Sabtu (4/8) sekira pukul 19.00 WIB menimbulkan korban jiwa. Penghuni rumah bernama Sanirah (75) tewas terpanggang. Korban tidak bisa menyelamatkan diri karena dirinya menderita penyakit strok.

Informasi yang dihimpun Radar Banten sekira pukul 18.30 WIB, Sanirah merupakan ibu kandung dari Heti (pemilik rumah). Sebelum kebakaran, Heti sempat menyuapi ibunya. Usai memberi makan, Heti dan dua anaknya pergi ke warung untuk membeli tabung gas.

Namun nahas, ketika pulang dari warung, dia melihat api sudah membesar dan menghanguskan bagian atap rumahnya. Melihat itu, pemilik rumah dan warga pun langsung melakukan upaya pemadaman. Namun karena angin cukup kencang dan peralatan untuk memadamkan api seadanya, upaya pemadaman pun tidak membuahkan hasil maksimal.

Hingga akhirnya, ibu kandung pemilik rumah terbakar. Berikut dengan dua unit sepeda motor dan emas seberat 70 gram. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp150 juta.

Ditemui di rumahnya, Heti, menceritakan tentang kejadian kebakaran yang menimpa rumahnya. Kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik karena saat kejadian hanya ada Sanirah di dalam rumah tersebut. Dia dan anaknya pergi ke warung, sedangkan suaminya, Pulung, belum pulang dari tempat kerja di Cilegon.

“Saya pasrah melihat kondisi rumah ludes terbakar. Bahkan, akibat kejadian itu, ibu saya meninggal dunia karena tidak dapat menyelamatkan diri,” kata Heti kepada Radar Banten, kemarin.

Menurutnya, barang-barang rumah tangga, peralatan elektronik, dua sepeda motor, emas seberat 70 gram, surat tanah, dan pakaian habis terbakar. Untuk itu, dia sekarang mengungsi di rumah kerabatnya yang tidak jauh dari rumah korban.

“Untuk sementara kami tinggal di rumah saudara. Kami sekarang enggak punya apa-apa lagi dan berharap ada uluran tangan dari pemerintah atau masyarakat yang berempati terhadap musibah yang kami alami,” ungkapnya.

Kepala Desa Kerta, Kecamatan Banjarsari, Muhaemin mengatakan, musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Sawah mengakibatkan satu orang tewas. Korban sudah lama menderita penyakit strok sehingga tidak bisa menyelamatkan diri ketika musibah kebakaran terjadi. Apalagi, anggota keluarga korban sedang ke warung.

“Kondisi di dalam rumah hanya ada Ibu Sanirah,” jelasnya.

Dari keterangan pemilik rumah, kebakaran di rumah Pulung diduga akibat korsleting listrik. Jumlah kerugian yang diderita korban ditaksir sebesar Rp150 juta karena korban kehilangan harta bendanya.

“Yang tersisa hanya pakaian yang digunakan korban. Semuanya habis terbakar, termasuk dua unit motor, perhiasan emas, surat tanah, ijazah, dan perabotan rumah tangga. Sekarang, rumah korban tidak bisa digunakan lagi,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Camat Banjarsari Dedi Supratnawijaya membenarkan adanya musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Sawah. Ia mengatakan, peristiwa itu telah dilaporkan kepada bupati dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak. Harapannya, BPBD segera turun ke lapangan untuk mendistribusikan bantuan tanggap darurat terhadap keluarga korban yang ditinggalkan.

“Musibah kebakaran di Kampung Sawah menelan korban jiwa. Saya harap, masyarakat untuk waspada terhadap ancaman kebakaran. Apalagi sekarang telah memasuki musim kemarau,” katanya. (Mastur/RBG)