Salah satu warga saat menukarkan uang pecahan kecil di Pendopo Bupati Serang, beberapa waktu lalu.

SERANG – Menjelang Idul Fitri 1440 Hijriah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten bersama sejumlah perbankan melayani penukaran uang pecahan kecil untuk kebutuhan warga di sejumlah tempat.

Hasilnya, total transaksi penukaran uang mencapai Rp49,7 miliar. Uang pecahan kecil berupa pecahan Rp20.000 Rp10 ribu, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000 (kertas dan logam).

Batas penukaran uang maksimal Rp4 juta. Komposisinya, pecahan Rp10.000 sebanyak Rp2 juta, pecahan Rp5.000 sebanyak Rp1 juta, dan pecahan Rp2.000 sebanyak Rp1 juta.

“Pecahan Rp10.000 dan Rp5.000 paling banyak diminati masyarakat. Sementara pecahan Rp20 ribu disesuaikan dengan kebutuhan,” kata Pjs Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erry Suryanto, Rabu (12/6).

Ia mengungkapkan, penukaran uang hingga Rp49,701 miliar lebih tinggi dari proyeksi sebesar Rp21,340 miliar. Naik lebih dari 100 persen. “Antusias masyarakat cukup tinggi sehingga nilainya meningkat dari proyeksi yang dilakukan,” kata Erry.

Meningkatnya transaksi penukaran karena layanan gerak dan outlet yang melayani penukaran uang kecil semakin banyak. Penukaran dilakukan melalui 57 titik penukaran kas mobil dan 88 titik kantor bank. “Misalnya penukaran uang bersama dengan perbankan di pusat keramaian antara lain di Alun-alun Kota Serang dan Kota Cilegon,” katanya.

Ia menjelaskan, tingginya realisasi penukaran uang pecahan kecil karena meningkatnya kebutuhan masyarakat. Kemudian diimbangi dengan banyaknya titik layanan yang diberikan Bank Indonesia Provinsi Banten dan perbankan. “Tahun lalu tidak ada layanan penukaran uang bersama di Cilegon, tetapi tahun ini ada dan digelar selama dua hari,” katanya.

Meningkatnya transaksi penukaran, lanjut dia, juga ditopang oleh penambahan proyeksi dari perbankan yang melayani penukaran uang. Saat ini baru delapan perbankan yang mengambil uang pecahan dari Bank Indonesia Provinsi Banten. Sementara mayoritas perbankan lain masih mengambil dari kantor pusat di Jakarta.

Ia juga mengungkapkan, realisasi kebutuhan uang kartal selama Ramadan 2019 sebesar Rp3,05 triliun. Angka ini naik sekitar 119 persen atau lebih tinggi dari proyeksi sebesar Rp2,56 triliun. Angka ini juga naik dari realisasi 2018 sebesar Rp2,2 triliun. (Susi K)