Transformasikan Nilai-nilai Isra Mikraj untuk Bangun Banten

SERANG – Penjabat Gubernur Banten Nata Irawan mengajak seluruh masyarakat Banten untuk mentransformasikan nilai-nilai yang terkandung pada peristiwa isra mikraj Nabi Muhammad SAW untuk membangun Banten melalui perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan partisipasi politik, dan pengembangan kehidupan masyarakat yang santun dan berakhlak mulia.

Hal terdebut disampaikan oleh Nata saat sambutan singkatnya pada kegiatan salat subuh berjamaah yang dirangkaikan dengan peringatan isra mikraj di Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (5/5) pagi. Penceramah acara ini Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar.

Sebagaimana diketahui, lanjut Nata, isra mikraj adalah peristiwa di mana Rasulullah SAW melakukan perjalanan pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Kemudian Beliau di mikrajkan oleh Allah ke Sidratul Muntaha.

Peristiwa yang di dalamnya terdapat perintah untuk melaksanakan salat lima waktu ini, terjadi pada tanggal 27 Rajab atau satu tahun menjelang hijrah ke Madinah. Isra mikraj adalah peristiwa agung dalam sejarah kerasulan Nabi Muhammad SAW yang wajib diyakini oleh setiap muslim.

Nata  mengingatkan, dengan spirit salat dan kebersihan jiwa serta kesucian nurani, maka Banten akan mampu dibangun sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam.

“Kewajiban salat lima waktu merupakan perintah langsung Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang harus kita perihara dan tunaikan secara tepat waktu. Memelihara salat merupakan salah satu pembelajaran kedisiplinan umat Islam untuk mengingat Allah SWT di kondisi apapun dan kapanpun berada,” kata Nata.

“Dua hal penting yang patut kita teladani, pertama mengenang perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan ajaran islam dan menegakan salat, dan kedua meneladani perjuangannya yang amat berat untuk membangun umat, bangsa dan negara melalui transformasi sosial,” tambahnya.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Bantani Zaenal Abidin Suj’ai mengatakan, kegiatan salat subuh berjamaah dan peringatan isra mikraj merupakan salah satu ajang silaturahmi antara ulama dan umaro, begitu juga dengan masyarakat Banten.

“Salat subuh berjamaah ini merupakan upaya yang dilakukan bersama dalam rangka pengisian Banten yang memiliki moto iman dan takwa. Mudah-mudahan moto ini  betul betul masuk pada hati kita semua,” ucapnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)