Trauma Longsor, Penambang Emas Ramai-ramai Tinggalkan Blok Cikopo

0
798 views

LEBAK – Longsor di Blok Cikopo Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Lebak, yang menewaskan 11 orang membuat para penambang emas ilegal trauma. Mereka ramai-ramai meninggalkan lokasi penambangan itu karena khawatir longsor susulan.

Kepala Desa Gunungwangun, Kecamatan Cibeber, Ukan mengatakan, Blok Cikopo di TNGHS yang longsor pada Selasa (6/12) dini hari ditinggalkan para penambang emas ilegal. “Curah hujan tinggi dan tanah yang labil diduga kuat menjadi penyebab longsor tebing Gunung Sangga Buana,” kata Ukan kepada Radar Banten, Rabu (7/12).

Dia menginformasikan, jumlah penambang emas di wilayah TNGHS berasal dari beberapa kecamatan di Lebak, Bogor, dan Sukabumi. Penambang emas ilegal dari Desa Gunungwangun mencapai 245 orang. Mereka tersebar di beberapa lokasi tambang di Blok Cikopo, Cikidang, dan Blok Citorek. Bahkan, masyarakat Cibeber banyak yang memanfaatkan bekas tambang PT Aneka Tambang (Antam) untuk mencari bongkahan emas dari perut bumi.

“Lokasi tambang di Blok Cikopo pasti akan ditinggalkan penambang karena membahayakan keselamatan penambang,” ujarnya.

Korban meninggal yang berasal dari Desa Gunungwangun sebanyak tiga orang dan luka berat dua orang. Tiga korban meninggal, yaitu Sahdi, Sudin, dan Ojo, sedangkan dua korban luka berat tertimbun material longsor, yakni Muslim dan Jumani. Pemerintah desa dan kecamatan, lanjutnya, sudah mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan TNGHS. Namun, masyarakat tidak mengindahkan karena mereka mendapatkan penghasilan dari menambang emas.

Camat Cibeber Dedi Baduy mengaku, tidak tahu total jumlah penambang emas dan lokasi tambang emas ilegal di wilayahnya. Lokasi tambang berada di tengah hutan atau di kawasan TNGHS. Mereka bekerja berkelompok. Mereka menggali lubang, mencari bongkahan batu yang mengandung emas, dan mengolahnya di sungai. Setelah itu, mereka jual kepada pengepul dan pulang ke rumah ketika sudah mendapatkan hasil.

“Saya kurang tahu jumlahnya berapa. Tapi, informasinya warga Cibeber yang menambang emas di TNGHS cukup banyak dan tersebar di kawasan TNGHS,” terangnya.

Korban meninggal, katanya, sudah dievakuasi dan dimakamkan. Sementara itu, korban luka dirawat di rumahnya masing-masing. Namun, mereka dalam pantauan tim medis dari puskesmas atau bidan desa. “Saya bersyukur proses evakuasi berjalan lancar. Sekarang, masyarakat dan relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), anggota Polri, dan TNI masih memantau kondisi di lokasi longsor,” ujarnya.

Kepala BPBD Lebak Kaprawi menyatakan, semua korban sudah dievakuasi. “Saya imbau masyarakat waspada karena Lebak merupakan daerah rawan longsor,” ungkapnya.

Asda II Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemkab Lebak Budi Santoso mengatakan, pemkab juga sudah melarang warga melakukan aktivitas penambangan emas ilegal. Namun, tidak diindahkan. (Mastur/Radar Banten)