Travel Ilegal Tipu 42 Jamaah, Uang Jamaah Dikuras di Hotel

0
914 views
Ruko PT Berkah Sejuta Mandiri dipasangi police line di Desa Majasari, Kecamatan Jawilan, kemarin.

SERANG – Haji Dede, warga Desa Majasari, Kecamatan Jawilan, yang diduga membuka perusahaan tour and travel ilegal bernama PT Berkah Sejuta Mandiri (BSM) atau Tour Bersama, harus berurusan dengan pihak kepolisian. Warga Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, tersebut ditahan kepolisian setelah menipu dan menggelapkan uang keberangkatan 42 orang jamaah umrah sebesar Rp900 juta. Hal itu menyebabkan jamaah gagal berangkat umrah.

Informasi yang dihimpun, perusahaan travel umrah PT BSM yang membuka kantor di Desa Majasari, diduga tidak berizin dan mengaku sebagai perusahaan cabang dari PT Alam Turus Ina Tour and Travel, Jawa Timur. Perusahaan yang menempati ruko kontrakan bersebelahan dengan Pasar Majasari mengiming-imingi warga bisa berangkat umrah lebih mudah dan murah.

Total uang jamaah umrah yang digelapkan mencapai Rp900 juta pada pemberangkatan pertama usai diluncurkan pada Desember 2016 lalu. Kabarnya, Haji Dede sebagai pengumpul uang jamaah umrah menyetorkan uang jamaah kepada kerabatnya bernama Haji Abdul Muin. Uang disetorkan untuk belanja visa, tiket, dan paket umrah. Namun, setelah itu tidak ada kelanjutannya sehingga jamaah telantar.

Lantaran itu, Haji Dede yang menjabat sebagai Kepala Cabang PT BSM atau Tour Bersama, resmi ditahan Polsek Jawilan pada Kamis (26/1). Pantauan Radar Banten, Minggu (29/1), Tour Bersama yang menempati ruko seluas 6×4 meter bercat kuning itu sudah dipasangi police line (garis polisi). Suasana ruko tampak sepi. Posisi ruko persis sebelah Pasar Majasari, tepat berada di tepi jalan utama, jauh dari permukiman warga.

Suharya, staf perangkat Desa Majasari yang orangtuanya menjadi korban penipuan, mengaku tidak menyangka terhadap aksi penipuan oleh Haji Dede yang tak lain tetangganya sendiri. Diceritakan Suharya, ibunya yang bernama Sarwini berniat berangkat umrah tiba-tiba didatangi Haji Dede dan ditawari paket pemberangkatan umrah. “Ibu saya sampai dipinjemin uang sama adik saya Rp10 juta dari total biaya Rp23,5 juta. Dari situ saya kaget,” ungkapnya.

Awalnya, Suharya tidak curiga dan mendukung pemberangkatan umrah ibunya. Setelah itu, Sarwini diajak Haji Dede mengurus paspor, pelatihan umrah, dan manasik hingga ditetapkan waktu pemberangkatan pada Selasa (17/1). “Ya, senanglah. Kita sampai gelar selamatan Minggu (15/1)-nya, mengundang tetangga sama warga. Ternyata, pemberangkatan diundur jadi Kamis,” terangnya.

Dari situ, Suharya mencurigai perusahaan travel umrah milik Haji Dede tidak beres. Namun, Suharya masih menuruti kemauan ibunya menyewa mobil untuk berangkat ke bandara. Bahkan, sampai nekat menggadaikan motor senilai Rp3 juta. “Kita antar malam Jumat ke bandara. Hanya ada yang janggal. Biasanya ke Makkah ada penyambutan khusus. Ini semua jamaah dikumpulin di musala,” keluhnya. Informasinya, jamaah istirahat di Lounge Umroh seharian. Lalu, menginap di Hotel Manadala sampai Selasa (24/1) malam.

Kabar yang diterima Suharya, pemberangkatan pukul 06.00 WIB keesokan harinya. Namun, kembali diundur menjadi pukul 11.00 WIB. Setelah keluarga pulang, tidak ada lagi kabar dari orangtua, ditelepon juga tidak aktif. “Kita curiga karena semua jamaah tidak ada yang bisa dihubungi. Pas ditanyakan ke temannya Haji Dede, malah membentak dan kita dibilang orang kampung,” kesalnya.

Bahkan, informasinya, Haji Dede juga menggasak semua uang jamaah pas diinapkan di hotel. Jumlahnya variatif, mulai dari Rp1 juta sampai Rp5 juta dengan alasan untuk ditukar dengan uang rial (mata uang Arab Saudi). Bahkan, temannya Suharya juga asal Cikeusal sudah tertipu menyetorkan uang Rp1 juta dan berencana mentransfer sisanya Rp15 juta. “Ini keterlaluan. Kita sudah setor Rp23,5 juta sesuai perjanjian awal, belum lagi diminta duit di hotel, belum selamatan, belum motor sudah digadaikan. Tapi, kita pasrahkan semua kepada pihak kepolisian. Berharap sih, bisa diganti rugi,” harapnya.

Terkait itu, Camat Jawilan Agus Safudin membenarkan soal kasus penipuan pemberangkatan jamaah umrah oleh Haji Dede terhadap 42 orang. Katanya, yang ditahan sekira dua orang termasuk Haji Dede. (Nizar S/Radar Banten)