Tri Dorong Generasi Muda Manfaatkan Internet untuk Ekspresikan Ide dan Bakat

Pemberian akses internet mobile untuk guru di SMAN 2 Pandeglang.

PANDEGLANG – Tri sebagai mobile lifestyle provider mendorong generasi muda di pelosok untuk memanfaatkan internet untuk mengekspresikan ide-ide dan bakat yang dimilikinya melalui aksi Internet Pustaka Dunia.

Tri sendiri melalui aksi ini memberikan akses internet mobile kepada para guru di 150 sekolah di daerah mural Indonesia, salah satunya di SMAN 2 Pandeglang.

Pemberian akses internet mobile untuk guru di SMAN 2 Pandeglang dilakukan Kamis (15/3). Pemberian diwakili oleh Regional Marketing Head Tri Jabo Outer Ardhiansyah dengan dihadiri oleh Bambang Dwi sebagai Head of Branch 3 Serang.

Dalam sambutannya, Ardhiansyah mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan guru mendapatkan kemudahan dalam mengakses referensi dan pustaka dunia, sehingga kemudian dapat ditularkan kepada murid.

Dengan kekayaan informasi dan referensi, para guru dapat mendorong daya saing para siswa agar siap berkompetisi dengan siswa di kota maupun negara lain.

“Kekuatan internet dapat dimanfaatkan oleh para guru untuk memperkaya referensi dan menularkan inspirasi ke siswa. Sangat penting untuk mengajarkan pemanfaatan internet sejak dini, karena melalui internet siswa bisa mewujudkan ambisinya sesuai bakat dan minat,” paparnya.

Menurut Ardhi, program ini salah satu upaya Tri untuk mendukung internet positif. Melalui program ini, Tri ingin mendorong remaja dalam hal ini siswa untuk bisa memanfaatkan internet untuk eksistensi ide dan pengembangan bakat.

“Makanya kita sentuh gurunya, agar kemudian ditularkan ke siswa,” tuturnya.

Selain di Pandeglang, sekolah lain yang menjadi bidikan program ini yaitu di Pidie, Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Bengkulu, Jambi, Lampung, Singkawang, Martapura, Tenggarong, Palangkaraya, Bone, Palopo, Tondano, Bogor, Pelabuhan Ratu, Tasikmalaya, Klaten, Brebes, Boyolali, Purwodadi, dan sejumlah daerah lainnya.

Kepala SMAN 2 Pandeglang Lilis Lismunah menjelaskan, program ini sangat sesuai dengan program sekolah untuk pemberdayaan siswa. “Kita sedang menuju literasi digital,” paparnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)