Truk Terbakar di Dalam Kapal, Penumpang Panik

PULOMERAK – Sebuah truk terbakar di dalam kapal Portlink III yang sedang berlayar dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Rabu (11/4). Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, tetapi penumpang dan kru yang ada di dalam kapal tersebut panik.

Informasinya, kapal berangkat dari dermaga III Pelabuhan Merak sekira pukul 08.38 WIB. Setibanya di sekitar Pulau Sangiang atau kira-kira sembilan mil dari Merak atau enam mil dari Bakauheni, mobil itu terbakar.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fahmi Alweni membenarkan kejadian itu. Insiden yang menimpa truk bermuatan makanan ringan itu terjadi sekira pukul 09.30 WIB. Kebakaran itu diduga akibat korsleting komponen elektrik pada mobil tersebut. “Dugaan sementara, api muncul dari mobil itu, kemungkinan di bagian starter,” ujar Fahmi.

Menurutnya, insiden itu diketahui sebelum api benar-benar membesar sehingga bisa ditangani dengan prosedur penanganan kebakaran yang telah disiapkan di dalam kapal. “Alat pemadam kebakaran yang ada di kapal memang sudah memenuhi prosedur standar sehingga sebelum sampai di Pelabuhan Bakauheni api dapat dipadamkan,” ujarnya.

Api berhasil dipadamkan pada pukul 10.07 WIB. Namun sebelum api padam, Fahmi mengaku, sudah berkoordinasi dengan pihak di Pelabuhan Bakauheni agar mengosongkan dermaga VI untuk sandar kapal itu. “Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika api belum bisa dijinakkan ketika kapal tiba di pelabuhan. Kita pun mempercepat laju kapal. Jadi, semua prosedur kita lakukan,” katanya.

Kapal pun tiba di dermaga VI pada pukul 10.20 WIB. Mobil yang terbakar langsung dievakuasi keluar. “Keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas kami. Dengan padamnya kebakaran itu menandakan alat keselamatan di dalam kapal berfungsi dengan baik dan awak kapal sigap,” katanya.

Manager Usaha ASDP Rudi Mahmudi mengatakan pihaknya belum mengarah kepada perhitungan kerugian material yang terbakar, baik kapal maupun kendaraan.“Hal itu masih kami hitung lantaran dengan tidak adanya korban jiwa juga kami sudah sangat bersyukur,” ujarnya.

Rudi menjelaskan, kendaraan yang terbakar bernomor polisi K 1832 BS merupakan pengangkut sembako dan kelontongan campuran yang hendak dibawa ke Sumatera. Ketika terjadi kebakaran, alat pemadam api ringan (apar) dan springkel yang ada di dalam kapal sudah berfungsi dengan baik dan maksimal sehingga sangat membantu percepatan pemadaman api. “Api langsung menyala lantaran mobil tersebut membawa barang yang mudah terbakar,” katanya.

Rudi juga mengaku, penumpang yang ada di dalam kapal di antaranya 32 orang dewasa, dua anak-anak, 12 sepeda motor, tiga mobil pikap, sepuluh mobil pribadi, delapan Cold Diesel, 15 truk Fuso, satu bus besar, tiga tronton, dan satu trailer. “Tentunya semua penumpang yang ada di dalam kapal panik, beruntung ABK (anak buah kapal) dengan sigap menangani hal tersebut,” ucapnya. (Adi-Bayu Mulyana/RBG)