Tsunami Rusak 255 Bangunan di Anyar dan Cinangka

SERANG – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang mencatat, hasil verifikasi bangunan yang terdampak tsunami di kawasan wisata Anyar-Cinangka mencapai 255 unit. Terdiri atas rumah warga, warung, rumah makan, dan fasilitas lainnya.

    “Ada 255 unit bangunan yang rusak hasil pendataan dari sembilan desa. Tujuh desa di Cinangka dan dua desa di Anyar,” ungkap Kepala Bidang Tata Bangunan DPKPTB Kabupaten Serang Tony Kristiawan yang ditemui Radar Banten di ruang kerjanya, Jumat (18/1).

    Dijelaskan Tony, data akan menjadi acuan Pemkab Serang untuk melakukan rehabilitasi bangunan yang rusak. “Upaya rehabilitasi sudah dibahas di tingkat pimpinan, langsung dipimpin oleh Pak Sekda (menyebut Sekda Pemkab Serang Entus Mahmud Sahiri-red),” tukasnya.

Sekda Pemkab Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri menegaskan, pihaknya tidak akan mengizinkan pemanfaatan lahan pada bibir pantai untuk bangunan kios dan rumah. Terutama, di wilayah terdampak tsunami. Bangunan kios yang sudah dibangun di bibir pantai juga akan direlokasi ke seberang jalan. Tempat relokasi memanfaatkan lahan kosong yang belum digunakan.

“Kami minta bantuan lurah dan camat untuk memanfaatkan lahan kosong yang belum dibangun untuk relokasi warung-warung. Pembangunan warungnya akan kita bantu,” tegasnya. (Abdul Rojak/Aas)