GELAR Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Provinsi Banten 2016 yang dilangsungkan di Kota Cilegon pada 25 Agustus dibuka langsung Gubernur Banten Rano Karno. Hadir pada kesempatan ini Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi, Wakil Walikota Cilegon Edi Ariadi, Wakil Walikota Serang Sulhi Choir, Sekda Kabupaten Serang Lalu Atharussalam, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa (BPPMD) Sigit Suwitarto, serta sejumlah pejabat perwakilan kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

Gubernur Rano Karno mengatakan, pemanfaatan TTG harus menjadi kebutuhan utama bagi setiap lapisan masyarakat dalam upaya mengatasi kesulitan untuk mencapai hasil produksi secara maksimal di berbagai bidang. “Oleh karena itu, dalam pelaksanaanya perlu dukungan semua pihak berkenaan dengan penciptaan dan rekayasa teknologi. Sehingga besar manfaatnya bagi masyarakat, terutama partisipasi masyarakat di semua tingkatan,” katanya di usai pembukaan gelar TTG XII di Lapangan Helipad Krakatau Steel, Kamis (25/8).

Rano menjelaskan, TTG adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, karena dapat menjawab permasalahan. Selain itu, TTG tidak merusak lingkungan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara mudah, serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi. “Diharapkan melalui TTG ini, masyarakat pengguna teknologi dapat bertambah wawasan dan meningkatknya inovasi serta kreativitas dalam pemanfaatan teknologi sesuai dengan kondisi wilayahnya,” jelasnya.

Rano berharap, melalui gelar TTG ini nantinya akan ada pembinaan langsung terhadap usaha mikro kecil dan adanya tindak lanjut dalam penggunaan teknologi. Baik masyarakat, pengusaha, dan pihak lain dalam mendorong, mengarahkan, menguasai, serta memanfaatkan teknologi tepat guna. “Sehingga nantinya dapat meningkatkan produktivitas produksi dan kesejahteraan masyarakat serta taraf hidupnya,” harap Rano.

Kepala BPPMD Banten Sigit Suwitarto menyebutkan, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka gelar TTG ini dikelompokan dalam berbagai kegiatan pokok dan pendukung, antara lain pameran gelar TTG yang merupakan salah satu kegiatan mempromosikan berbagai jenis TTG dengan mekanisme kerjanya serta output yang dihasilkan. Penilaian gelar ini yang terdiri dari dua kategori. Yaitu kategori TTG unggulan dan kategori stan terbaik. “Untuk kategori unggulan akan dilombakan berbagai hasil karya dari kabupaten/kota. Seperti dari Kota Tangerang dengan mesin daur ulang plastik menjadi bahan bakar minyak. Alat penyuir ikan lele dari Kota Cilegon. Alat perontok padi dari Kabupaten Pandeglang. Helm AC dari Lebak. Alat pengolah sampah dengan komposer dari Kabupaten Tangerang. Alat sangrai biji kacang dari Kota Serang dan alat mobisal dari Kota Tangsel,” sebut Sigit.

Selain itu, kata Sigit, pada kegiatan gelar TTG tersebut juga didukung dengan kegiatan lain seperti pameran dagang dan promosi produk unggulan bagi para pelaku usaha produktif masyarakat.

Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi mengatakan, Kota Cilegon sekarang ini sedang merintis saluran interaksi multidimensional yang bisa menghubungkan antara TTG dengan teknologi informasi dan komunikasi melalui konsep smart city. “Nantinya konsep smart city atau kota cerdas mengetengahkan sebuah tatanan kota yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi,” kata Iman. (ADVERTORIAL/BPPMD PROVINSI BANTEN)