Tuding Suami Selingkuh, IRT di Lebak Aniaya Bayi

0
2157


LEBAK – Ibu rumah tangga berinisial PT di Cibadak dilaporkan ke Mapolres Lebak karena telah melakukan penganiayaan terhadap bayinya yang berusia 14 hari pada Minggu (30/5) lalu. Dalam vidio yang viral di media sosial, PT mencubit dan memukul bayi mungil tersebut berulang kali sambil mengumpat ayah sang bayi berinisia IR.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, pada Minggu pagi PT melarang suaminya masuk kerja. Namun, IR tetap berangkat, karena ada tugas penting yang harus dilaksanakan. Atas dasar itu, PT menuding IR memiliki selingkuhan. Diduga kesal, PT kemudian menganiaya sang bayi dan merekamnya dengan menggunakan telepon seluler. Video tersebut dikirimkan ke suaminya.
Melihat video yang dikirimkan istrinya, IR langsung pulang ke rumahnya di wilayah Cibadak. Bayi mungilnya sudah diamankan orangtuanya, sedangkan PT pergi dari rumah. Atas dasar itu, IR bersama keluarganya melaporkan kasus dugaan penganiayaan bayi ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lebak. Selain potongan video penganiayaan, jurnalis di Lebak juga menerima kiriman video PT yang sedang mengonsumsi obat dan melukai lengannya dengan menggunakan silet.
Nani Nurjanah, bibi IR membenarkan, telah melaporkan istri dari keponakannya ke Mapolres Lebak atas dugaan penganiayaan terhadap bayi berusia dua minggu. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu lalu di Kaduagung. Setelah menganiaya bayinya, IR berupaya untuk kabur dan membawa bayinya menggunakan mobil. Namun, dia kemudian menabrakan mobilnya ke rumah tetangga orangtua suaminya.
“Saat itu, bayinya kita ambil dan PT enggak tahu pergi kemana. Awalnya, bayi tersebut stres. Tapi sekarang sudah mau menyusui,” kata Nani Nurjanah ketika dihubungi wartawan, kemarin.
Nani berharap, kasus penganiayaan yang menimpa bayi keponakannya tersebut diusut tuntas. Karena perbuatan PT dinilai tidak manusiawi. Dengan dalih menuduh suami selingkuh, dia tega menganiaya bayi yang baru dilahirnya tersebut.
“Saya enggak terima keponakan saya dituduh selingkuh. Saya jamin, keponakan saya enggak selingkuh. Dia keluar pada hari Minggu untuk kerja sesuai tugasnya dalam penanganan Covid-19,” ungkapnya.
Nani mengungkap, IR baru menikah dengan PT satu tahun lalu. Namun, sebelum menikah dengan keponakannya tersebut, PT sudah tiga kali menikah. Dua minggu lalu, dia melahirkan bayi tersebut dan tinggal di rumah kontrakan. Sebelum berangkat kerja, dia sempat berantem dengan suaminya dan harus dipisahkan oleh neneknya.
“KPAI juga sudah datang ke sini untuk melihat kondisi bayi dan mendalami kasus penganiayaan yang dilakukan ibunya,” terang Nani.
Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Lebak Inspektur Polisi Satu (Iptu) Indik Rusmono mengaku, sudah menerima laporan kasus dugaan penganiayaan bayi. Sekarang, penyidik unit PPA Satreskrim Polres Lebak masih mendalami kasus tersebut.
“Iya, keluarga sudah laporan dan sekarang sedang kita dalami (kasus penganiayaan yang viral),” ungkapnya.(Mastur)