Tujuh Alat Pendeteksi Gempa Dipasang

Ilustrasi

PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang bakal memasang tujuh alat pendeteksi gempa atau sensitymeter di tujuh lokasi. Upaya itu sengaja dilakukan, karena Kabupaten Pandeglang menjadi wilayah rawan gempa bumi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Deni Kurnia mengaku telah melakukan peninjauan ke tujuh lokasi pemasangan alat tersebut, yakni di wilayah Kecamatan Panimbang, Sumur, Labuan, Carita, dan beberapa lokasi lainnya.

“Tinggal kita pasang. Sebelum terjadi gempa kemarin, kita sudah cek lokasi. Jadi bukan setelah gempa baru kita pasang alat itu, tetapi sebelum terjadi gempa kita sudah rencanakan untuk memasangnya,” katanya kepada Radar Banten, Minggu (4/8).

Menurut Deni, alat tersebut bisa memberikan banyak manfaat, khususnya dalam melakukan tindakan cepat penanganan bencana gempa bumi. “Dengan adanya alat itu, nanti masyarakat bisa langsung pergi ke tempat evakuasi atau tempat yang lebih aman ketika terjadi gempa. Kita juga bisa langsung mengetahui dan melakukan tindakan penanganan ketika gempa terjadi,” katanya.

Deni meminta kepada masyarakat tetap waspada dan segera menyampaikan laporan apabila terjadi bencana di Pandeglang agar bisa langsung dilakukan penanganan pertama. “Mengingat bencana yang terjadi di Pandeglang, sudah seharusnya kita semua untuk tetap waspada. Segera laporkan apabila bencana terjadi, karena sampai saat ini tim kita masih di lapangan untuk membantu korban gempa,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Sumur Endin Haerudin berharap alat tersebut segera dipasang agar masyarakat bisa merasa tenang. “Mudah-mudahan alatnya segera dipasang, karena warga Sumur masih trauma atas bencana yang sudah terjadi. Pemasangan alat itu bagus agar kita bisa terus waspada dan bisa langsung bergerak apabila terjadi bencana,” katanya. (dib/zis)