Tujuh Atlet Atletik Banten Jalani Pelatda

Atletik
Atlet lompat jauh pelajar Banten Ajat Sudrajat berlatih rutin di Stadion Heroik Grup I Kopassus, Kota Serang, Selasa (23/2/2016). (Foto: Andre AP)

SERANG – Tujuh atlet atletik pelajar Banten yang tergabung dalam Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Banten sedang disiapkan untuk mengikuti Kejurnas Atletik Antar-PPLP Se-Indonesia 2016. Rencananya, single event tersebut akan digelar di Rawamangun, DKI Jakarta pada Mei.

Ketujuh atlet yang dipersiapkan yakni Ajat Sudrajat (lompat jauh), Rodial Bil Huda (lompat jauh), Maisaroh (lompat jauh), Siti Junena (lompat jauh), Vijay Wijaya (lompat tinggi), Nur Septian Rahayu (lompat tinggi), dan Irfan Maulana (tolak peluru).

Pelatih Atletik PPLP Banten Wahyudi Setiawan mengatakan, saat ini ketujuh atlet sedang menjalani pemusatan pelatihan untuk mematangkan kualitas. “Pelatihan sekarang masih dalam tahap persiapan umum, seperti latihan beban, daya tahan, dan teknik dasar. Dua bulan jelang kejuaraan, baru akan dilakukan pematangan dari semua aspek,” kata Yudi di sela memimpin latihan di Stadion Heroik Grup 1 Kopassus, Kota Serang, Selasa (23/2/2016) sore, seperti dilansir Harian Radar Banten.

Yudi menambahkan, pada ajang yang paling bergengsi bagi atlet pelajar tersebut, pihaknya tidak ingin sesumbar dalam urusan target. Ia menilai kualitas yang dimiliki atlet binaan PPLP Banten masih harus terus ditingkatkan. “Peluang tetap ada, terutama di kategori lompat jauh atas nama Ajat Sudrajat dan Maisaroh serta lompat tinggi atas nama Vijay Wijaya dan Nur Septian. Sedangkan tiga atlet lainnya belum bisa ditargetkan karena mereka merupakan penghuni baru PPLP. Tapi kami tidak ingin memaksa atlet. Biarkan saja mereka melakukan yang terbaik,” imbuhnya.

Tiga atlet lain, yakni Siti Junena (lompat jauh), Rodial Bil Huda (lompat jauh), dan Irfan Maulana (tolak peluru) merupakan lapis kedua yang disiapkan dalam program pembinaan jangka panjang. “Lapis kedua belum ada pengalaman nasional. Mereka memang kami siapkan untuk tiga tahun ke depan. Tapi pembinaan harus dimulai dari sekarang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prestasi Dispora Banten Djajuli Khasan berharap kepada atlet untuk tampil semaksimal mungkin dan meraih prestasi. “Kejuaraan ini merupakan tolok ukur kemapuan dan hasil latihan yang selama ini telah dijalani atlet. Tentunya apapun hasilnya nanti akan kami evaluasi,” ucapnya.

Atletik merupakan olahraga terukur dan hasilnya bisa diketahui sebelum pertandingan digelar. “Tekniknya ada di pelatih. Kami tidak ingin mencampuri urusan tim pelatih. Kami hanya minta prestasi atletik pelajar Banten bisa lebih baik ke depan. Pada ajang serupa tahun lalu, Banten hanya mampu membawa pulang satu medali perunggu melalui Vijay Wijaya (lompat tinggi). Ini harus menjadi bahan evaluasi tim pelatih,” tutup Djajuli. (RB/dre/air/ags)