Tujuh Jembatan Putus dan 792 Rumah Terendam Banjir Di Lebak

jembatan Cisungsang - Gunungwangun putus

LEBAK – Banjir yang menerjang 28 desa di 13 kecamatan di Kabupaten Lebak menyebabkan tujuh jembatan putus, 792 rumah terendam, dan ribuan hektare sawah terendam, Kamis (9/2). Banjir disebabkan hujan deras yang mengguyur Lebak sehingga menyebabkan sejumlah sungai meluap ke permukiman warga.
Ke-13 kecamatan itu meliputi Kecamatan Leuwidamar, Cibeber, Bayah, Cijaku, Malingping, Cirinten, Wanasalam, Banjarsari, Lebakgedong, Sobang, Kalanganyar, Cihara, dan Cimarga. Di Kecamatan Leuwidamar, ada satu sekolah terendam setinggi dua meter akibat diterjang banjir bandang yang berasal dari Sungai Cisimeut.
Sementara di Kecamatan Cimarga, selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga merendam bangunan sekolah. “Dari 13 kecamatan yang terendam, Kecamatan Leuwidamar yang paling parah, ada 389 unit rumah dan satu bangunan sekolah terendam akibat diterjang banjir bandang,” ujar koordinator penanggulangan bencana Kabupaten Lebak Budi Santoso yang dihubungi Radar Banten, Kamis (9/2).
Dia mengatakan, ke-13 kecamatan dari 28 kecamatan di Lebak terendam banjir akibat hujan yang turun dengan intensitas yang cukup tinggi. Untuk membantu korban bencana, pihaknya telah menerjunkan tim tangguh bersama camat dan masing-masing kepala desa ke lokasi bencana banjir guna melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.
“Kita semua siaga untuk memberikan bantuan. Bencana kali ini terbilang besar. Karena itu, kita tingkatkan statusnya menjadi darurat bencana banjir dan longsor,” katanya.
Menurutnya, tidak hanya merendam rumah dan area persawahan, banjir juga mengakibatkan tujuh jembatan terputus. Dua di Kecamatan Leuwidamar, dua di Kecamatan Bayah, satu di Kecamatan Sobang, dan dua jembatan di Kecamatan Cibeber.
Budi menambahkan, meski saat ini banjir sudah mulai surut, warga bersama relawan bencana terus berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana banjir susulan. “Kami minta warga tetap tenang dan tidak panik. Terus meningkatkan kewaspadaan. Saat ini ada sebagian warga yang masih mengungsi ke rumah-rumah tetangga dan kerabat yang tidak terdampak bencana banjir,” imbuhnya.
Budi mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak juga telah menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat seperti selimut, beras, dan mi instan. “Tim medis dari Dinkes juga telah diterjunkan ke masing-masing daerah yang terkena bencana banjir,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan, masih terus menginventarisasi daerah yang terkena bencana banjir. “Hingga saat ini, ada 13 kecamatan yang terendam. Satu di antaranya diterjang banjir bandang, yaitu di Kecamatan Leuwidamar,” ujar Kaprawi.
Menurut Kaprawi, banjir yang menerjang ratusan rumah di 13 kecamatan itu juga menyebabkan tiga jembatan di Lebak putus sehingga akses warga menjadi terganggu. “Akibat jembatan putus, akses warga menjadi terganggu,” ucapnya.
Sementara itu, Wawan Ruswandi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak, mengatakan bahwa banjir yang merendam 13 kecamatan di Lebak juga turut merendam tiga sekolah di Lebak. Karena itu, pihaknya telah menginstruksikan kepada kepala sekolah untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) hingga banjir surut.
“Ada tiga sekolah yang terendam banjir, yaitu SMPN 1 Leuwidamar dan dua SD di Gunungkencana. Sementara, KBM diliburkan hingga banjir benar-benar surut. Melihat kondisinya yang sudah surut, kemungkinan besok (hari ini-red) juga sudah masuk, hanya agendanya paling gotong royong bersih-bersih,” ujarnya. (Nce/Radar Banten)