Tujuh Karyawan Bobol Gudang Obat RSUD Adjidarmo

0
2631


LEBAK – Sebanyak tujuh orang karyawan melakukan pencurian alat kesehatan di gudang obat RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung. Kerugian akibat pencurian tujuh orang karyawan tersebut mencapai Rp85 juta lebih.
Para tersangka yang bertugas sebagai tenaga keamanan, porter, petugas oksigen, petugas kebersihan, dan sanitasi sudah melakukan aksi pencurian sejak 17 April 2021. Tersangka berinisial S memiliki peran sebagai eksekutor. Dia masuk ke dalam gudang obat melalui jendela dan mengambil alkes, seperti sarung tangan, alat suntik, masker, dan cairan infus.
Sementara itu, rekan-rekannya berinisial J, RJ, IY, TD, dan SU bertugas mengawasi di luar dan mengangkut barang hasil curian ke kendaraan yang disediakan. Selanjutnya, tersangka AW memasarkan hasil curian melalui media sosial. Alkes tersebut kemudian dijual kepada pembeli di wilayah Tangerang.
Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, para tersangka telah melakukan aksi pencurian gudang obat atau gudang farmasi sebanyak lima kali. Hasil pencurian dibagi-bagi kepada tujuh tersangka. Tersangka S menerima bagian Rp6,9 juta, tersangka J menerima bagian Rp450 ribu, tersangka TD Rp5,5 juta, tersangka RJ Rp2,3 juta, tersangka AW Rp3,89 juta, tersangka SU Rp900 ribu, dan tersangka IY yang merupakan ASN di rumah sakit Rp6,4 juta.
Kasatreskrim Polres Lebak Iptu Indik Rusmono menyatakan, para tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Kronologi kejadiannya, Kepala Gudang Farmasi RSUD Adjidarmo M Zulkarnain Maha Wijaya melakukan inventarisasi alkes dan obat di gudang. Dari penerimaan dan pemakaian alkes datanya mengalami perbedaan. Untuk itu, pihak manajemen memasang kamera CCTV di dalam gudang farmasi. Beberapa hari kemudian, diketahui S menyelinap melalui jendela dan mengambil alkes di gudang obat tersebut.
“Tersangka dikenakan Pasal 363 KUH Pidana Tentang Pencurian  Dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” ungkap Indik Rusmono, kemarin.
Sementara itu, salah seorang tersangka berinisial IY mengaku terlilit utang sebesar Rp4 juta. Dia gelap mata dan membantu proses pencurian dengan peran mengawasi dari luar dan mengangkut barang hasil curian.
“Iya, pusing akibat terlilit utang,” tukasnya.(Mastur)